SOSIAL

Dinsos Sumedang Beri Dukungan kepada Indra, Siswa Disabilitas yang Bercita-cita Jadi Masinis

×

Dinsos Sumedang Beri Dukungan kepada Indra, Siswa Disabilitas yang Bercita-cita Jadi Masinis

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat Indra Kustiawan (14), siswa kelas VI SDN Parakan Muncang 3, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, untuk terus belajar dan meraih cita-citanya menjadi seorang masinis.

Kisah Indra mendapat perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang setelah adanya masukan dari warga dalam kegiatan Magrib Mengaji Online bersama Bupati Sumedang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, unsur kecamatan, pemerintah desa, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) melakukan kunjungan untuk memberikan dukungan moral kepada Indra dan keluarganya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Agus Haeruman, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari asesmen yang sebelumnya dilakukan tim tenaga pendamping sosial pada Sabtu (17/10/2026).

Menurut Agus, kehadiran pemerintah daerah tidak hanya untuk melihat kondisi Indra secara langsung, tetapi juga memberikan motivasi kepada anak dan keluarganya agar tetap semangat dalam menjalani pendidikan serta menggapai cita-cita.

Indra yang tinggal di Dusun Parakanmuncang RT 02 RW 04, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, mengalami keterbatasan fisik pada bagian kaki sehingga belum dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam kesehariannya, Indra tinggal bersama ayah, kakek, dan neneknya. Untuk bersekolah, ia kerap diantar oleh sang kakek. Dukungan keluarga tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat Indra tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar.

Di lingkungan sekolah, kepedulian kepala sekolah, wali kelas, dan teman-temannya turut membantu Indra agar dapat berbaur dan mengikuti aktivitas pendidikan bersama siswa lainnya.

Kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang Indra, sehingga keterbatasan fisik yang dialaminya tidak menjadi penghalang untuk memperoleh pendidikan dan meraih masa depan yang diimpikan.

Kisah Indra menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk bermimpi dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.

Cita-cita menjadi masinis yang ingin diraihnya menunjukkan bahwa semangat belajar dan harapan masa depan tetap tumbuh di tengah berbagai keterbatasan.

Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun rasa percaya diri dan ketangguhan anak.

Rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan tempat pertama bagi anak untuk belajar, membangun karakter, dan menumbuhkan keberanian dalam mengejar impian.

Dengan dukungan keluarga, sekolah, lingkungan, serta perhatian pemerintah, diharapkan Indra terus memiliki semangat untuk belajar dan melangkah menuju masa depan yang dicita-citakannya.