KAPOL.ID – Telkom University (Tel-U) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik yang unggul. Hal itu ditandai lewat Sidang Terbuka Senat Universitas Telkom dalam rangka Pengukuhan Guru Besar yang digelar di Auditorium Gedung Damar, Tel-U, Bandung, Kamis (29/10/2026).
Dalam sidang tersebut, Senat universitas resmi mengukuhkan dua guru besar baru. Masing-masing yakni Prof. Dr. Fajar Ciptandi, S.Ds., M.Ds., sebagai Guru Besar Bidang Tradition Based Product dari Fakultas Industri Kreatif (FIK), serta Prof. Dr. Z.K. Abdurahman Baizal, S.Sc., M.Kom., sebagai Guru Besar Bidang Recommender System dari Fakultas Informatika (FIF).
Sidang terbuka dipimpin langsung oleh Ketua Senat Dr. Ir. Heroe Wijanto beserta jajaran komisi senat, didampingi Rektor Tel-U Prof. Dr. Suyanto bersama para Wakil Rektor dan Forum Guru Besar Tel-U. Hadir pula Ketua Dewan Pengurus sekaligus Direktur Utama Badan Pelaksana Kegiatan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), Dodi Irawan, beserta jajaran Board of Directors YPT.
Dalam sambutannya, Rektor Tel-U Prof. Dr. Suyanto menyampaikan selamat kepada kedua guru besar atas pencapaian tertinggi dalam bidang akademik tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar profesor bukan sekadar bentuk kehormatan, melainkan sebuah amanah besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia.
”Saya berharap para guru besar mampu menjadi teladan dan penggerak utama dalam membangun budaya akademik serta ekosistem riset yang unggul, inovatif, dan kolaboratif. Lebih dari itu, guru besar harus senantiasa menjaga integritas, etika akademik, serta menghadirkan warisan keilmuan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa,” pesan Prof. Suyanto.
Apresiasi senada turut disampaikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 4 Jawa Barat & Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., melalui tayangan video khusus. Ia berpesan agar pencapaian ini menjadi pemacu lahirnya guru besar-guru besar baru di lingkungan Tel-U.
”Kami berpesan agar para guru besar dapat meneladani ajaran Ki Hajar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tuladha di depan memberikan teladan, Ing Madya Mangun Karsa di tengah membangun gagasan, dan Tut Wuri Handayani di belakang memberikan dorongan semangat,” ujar Dr. Lukman.
Adapun pembacaan Surat Keputusan Guru Besar dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Dr. Nurwijayadi Wiratmo, S.T., M.M., sementara pengenalan riwayat hidup masing-masing guru besar disampaikan oleh dekan fakultas terkait, yakni Dekan FIK Dandi Yunidar, Ph.D. dan Dekan FIF Dr. Kemas Muslim Lhaksmana.
Tawaran Solusi Lewat Orasi Ilmiah
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Fajar Ciptandi menyoroti dilema praktik kriya di Indonesia yang kerap terjepit di antara dua kutub ekstrem: pandangan konservatif yang membekukan tradisi tanpa ruang perubahan, serta komodifikasi masif pasar yang mereduksi nilai budaya sekadar menjadi kosmetik ekonomi.
Sebagai solusi, ia menawarkan model Inovasi Endogen, di mana kriya dikembangkan dalam kerangka ekosistem utuh bersama alam dan sistem sosialnya.
Perajin diposisikan sebagai co-creator atau mitra sejajar, sementara peneliti hadir sebagai mediator adaptif yang mengintegrasikan pendekatan etnografi, fenomenologi, dan desain partisipatoris secara proporsional.
Sementara itu, Prof. Baizal dalam orasinya yang berjudul “Redefinisi Personalisasi Melalui Interactive Recommender System” memaparkan sintesis portofolio risetnya selama satu dekade. Memasuki era Industri 5.0 yang berpusat pada manusia (human-centricity), algoritma rekomendasi pasif konvensional dinilai memiliki keterbatasan seperti masalah cold start dan filter bubble.
Melalui Interactive Recommender System (IRS), personalisasi diubah menjadi dialog dua arah yang transparan dan menjunjung tinggi kendali manusia (human agency).
Riset beliau berfokus pada pengembangan Conversational Recommender System (CRS) berbasis ontologi semantik serta Interactive Route Recommendation untuk perencanaan wisata multi-hari menggunakan algoritma metaheuristik canggih seperti KomoTrip.
Menjelang akhir acara, kedua guru besar secara resmi menandatangani Komitmen Guru Besar yang disaksikan langsung oleh Rektor Tel-U. Prosesi pengukuhan ditutup dengan doa bersama serta pemberian ucapan selamat dari sivitas akademika yang hadir.
Kehadiran dua guru besar baru ini diharapkan semakin memperkuat posisi Tel-U sebagai perguruan tinggi unggul yang konsisten melahirkan riset inovatif berdampak luas bagi kemajuan teknologi, industri kreatif, dan masyarakat Indonesia.
(AM)












