KAPOL.ID–Kabupaten Tasikmalaya masih nol kasus positif Covid-19. Informasi ini dapat diakses di https://sigesit119.tasikmalayakab.go.id/#kab.
Saat berita ini turun, situs resmi Sigesit 119 menyajikan data: sebanyak 1225 ODP (217 dalam proses dan 1008 selesai pemantauan); 23 PDP (3 dalam proses dan 20 selesai pengawasan); 0 positif; 15 negatif (1 dalam perawatan, 10 sembuh, dan 4 meninggal).
Banyak warga Kabupaten Tasikmalaya ragu atas data yang dirilis Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 milik pemerintah tersebut. Pasalnya, Kabupaten Tasikmalaya berdampingan dengan Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.
Dua daerah yang disebut terakhir mempunyai kasus positif terjangkit Covid-19 cukup banyak. Sementara mobilitas sosial antardaerah tersebut masih longgar. Jumlah pemudik dari daerah dengan status zona merah Covid-19 pun sangat tinggi.
Menyikapi hal tersebut, Asep Sopari Al-Ayubi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya, menyarakan agar warga percaya pada garda terdepan penanggulangan Covid-19. Yaitu para medis dan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19.
“Soal tidak ada yang positif, hal pertama yang harus kita lakukan adalah bersyukur. Yang kedua, kita harus waspada. Yang ketiga, harus meningkatkan kinerja dalam memeriksa PDP,” ujar Asep Sopari di kantornya.
Sejauh ini, lanjut Asep, Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya bekerja sebagaimana mestinya. Setiap warga yang punya keluhan, baik ODP maupun PDP, segera ditangani. Rumah sakitnya tersedia. Tenaga medis juga sudah siap.
“Semua bahkan terkonfirmasi, bahwa PDP yang meninggal pun, setalah keluar hasil pemeriksaan laboratorium, statusnya negatif. Tapi kita juga harus ekstra waspada, karena kita berdekatan dengan Kota Tasikmalaya yang positifnya banyak,” lanjutnya.
Asep bahkan mengaku, dalam rapat kerja dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (16/4/2020); ia meminta supaya Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19–yang juga ikut rapat–bergerak aktif mengendalikan kegiatan sosial masyarakat.
“Supaya tidak menjadi fenomena seperti gunung es,” pungkasnya.
—- Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment —-
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web: https://kapol.tv
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id
Portal Inside : https://kapol.id/












