KAPOL.ID –
Beberapa pengusaha parsel di Sukabumi kehilangan omset dengan mengurangi produksi sampai 60 persen sejak diberlakukannya PSBB, 6 Mei 2020.
Kini beberapa pengusaha tak berani menyimpan stok, hanya produksi setelah datang pesanan. Salah satunya diungkapkan Mitha, produsen parsel asal Sukaraja Kabupaten Sukabumi.
“Ada rekan di kota mengurangi karyawannya, kalau saya sih lihat pesanan saja tidak berani kayak tahun kemarin buat stok,” katanya, Jumat (15/5/2020).
Ia mengatakan, pemesan pun mengurangi pesanan serta beralih katagori dari sebelumnya. Dan memesan jauh sebelum bulan ramadan.
“Ada pengurangan jumlah pesanan parsel dan katagori premium, sekarang jadi yang standar.”
“Bahkan seminggu sebelum puasa juga sudah ada puluhan pesanan dari harga Rp 200 ribu sampai jutaan rupiah,” katanya.
Ia berharap pandemi corona ini segera berlalu sehingga perekonomian kembali pulih. Dan masyarakat sehat badannya, juga kantongnya.
“Rindu masa-masa itu, cepat pergi deh virus corona. Biar hidup normal lagi,” ujarnya. ***












