KAPOL.ID – Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan tatanan baru “new normal ” bisa diimplementasikan di Indonesia dengan beberapa indikator epidemiologi. Salah satunya jumlah kasus baru Covid-19 harus turun sebanyak 50 persen selama dua minggu berturut-turut.
Selain itu,kata Wiku, jumlah kematian serta jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pun juga harus menurun.
“Kemudian jumlah kasusnya itu kan tadi yang jumlah kasus positif ya, kan ada ODP dan PDP atau sering disebut sebagai probable tapi kita anggap saja ODP, PDP. Itu kasusnya juga selama dua minggu dari puncak itunya turun lebih besar atau sama dengan 50 persen. Jadi pokoknya semua diharapkan semua turun tapi konsisten turunnya selama dua minggu,” ungkap Wiku.
Wiku menegaskan, bahwa penurunan kasus tersebut harus dibarengi dengan kestabilan atau peningkatan jumlah sampel yang diperiksa di laboratorium. Jangan sampai, katanya, menurunnya kasus dikarenakan tidak adanya pemeriksaan sampel.
“Jadi banyak (sampel) diperiksa laboratorium tapi banyak yang negatif, kan harusnya begitu. Jangan sampai jumlah diperiksanya hanya sedikit ya terus saja kelihatannya turun, kalau enggak diperiksa akan turun, nol lama-lama,” paparnya. [gi/ab/voa]












