KAPOL.ID – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman menekankan, anggota PMI (Palang Merah Indonesia) harus lebih paham tentang Covid-19 dibanding masyarakat.
Karena, selama ini masyarakat menilai anggota PMI lebih tahu akan kesehatan, atau lebih tahu akan segala hal-hal yang menyangkut kesehatan, terutama Covid-19 .
“Di Kabupaten Garut sendiri kini peningkatan paling banyak terjadi pada klaster keluarga dan klaster pesantren. Kenapa ini bisa terjadi, dan bagaimana penanggulangannya? Paling tidak kita para pengurus PMI harus bisa menjawabnya,” tutur Helmi pada acara Raker (Rapat Kerja) PMI Kabupaten Garut yang diselenggarakan di Gedung BJB Kabupaten Garut, Senin (23/11/2020).
Memang lanjut Helmi, keberadaan PMI seringkali diidentikan dengan kesehatan, dikaitkan dengan pertolongan pertama, dengan donor darah, bahkan sering pula dikaitkan dengan penanggulangan bencana, karena keberadaannya selalu hadir disana.
Meski demikian lanjut Helmi, pengurus dan anggota PMI tidak harus orang-orang kesehatan, yang paling penting mereka memiliki rasa atau sesuatu yang berhubungan dengan kemanusiaan.
Karena alasan itulah, pengurus dan anggota PMI katanya, banyak pula yang berlatar belakang dari berbagai kalangan, mulai yang berprofesi guru, MUI (Majelis Ulama Indonesia), tokoh masyarakat, orang kesehatan, tokoh pemuda atau dari sejumlah organisasi yang eksis di kemasyarakatan. (Anang KN)***












