JAKARTA, KAPOL.ID – Sony Sonjaya secara resmi menerima audiensi dari jajaran pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam sebuah pertemuan strategis yang berlangsung pada Rabu (6/5/2026).
Pertemuan ini difokuskan sebagai ruang dialog konstruktif guna membedah implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional saat ini.
Dalam diskusi yang berlangsung terbuka tersebut, Sony menekankan bahwa keterlibatan elemen mahasiswa sangat krusial dalam memastikan kebijakan pemerintah berjalan tepat sasaran.
Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar penonton dalam pembangunan, melainkan motor penggerak yang mampu memberikan perspektif segar serta menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.
“Pertemuan ini menjadi momen positif untuk bertukar pikiran, memperluas perspektif, serta menyerap aspirasi dari kalangan mahasiswa sebagai bagian dari elemen penting dalam pembangunan bangsa,” tulis Sony dalam pernyataan resminya.
Diskusi ini juga menyoroti peran strategis generasi muda dalam menjaga akuntabilitas program nasional.
Sony berharap melalui sinergi ini, terbangun pemahaman yang seragam antara pemerintah dan mahasiswa untuk bersama-sama mengawal jalannya program MBG agar terhindar dari kendala teknis dan mencapai hasil yang optimal.
Sektor pengawasan menjadi poin utama yang disepakati. Dengan peran aktif mahasiswa, diharapkan distribusi pangan bergizi ini dapat meminimalisir risiko salah sasaran dan memastikan setiap anggaran negara tersalurkan secara efektif demi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Lebih lanjut, Sony menjelaskan bahwa target akhir dari kolaborasi ini adalah perwujudan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Program Makan Bergizi Gratis dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi yang berkelanjutan.
Di akhir keterangannya, Sony optimis bahwa dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan kaum intelektual muda, visi pembangunan Indonesia yang berkualitas akan lebih cepat terealisasi. ***












