KANAL

Soal Cisoka, Wabup: Bersyukur Jika APH Sudah Turun Tangan

×

Soal Cisoka, Wabup: Bersyukur Jika APH Sudah Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan mengatakan terkait Kawasan Perkebunan Cisoka pihaknya sudah mengeluarkan surat yang ditandatangani pada 27 Oktober 2020.

Itu, soal peringatan agar membuka sendiri bangunan yang ada disana atau dibongkar paksa.

Dikatakan, kemarin pun pihaknya fokus dalam penertiban KJA, dan sekarang sudah selesai.

“Insya Allah secara perlahan akan kita selesaikan hingga awal tahun 2021. Kita selesaikan masalah Cisoka juga, kami sudah sangat greget untuk cepat menyelesaikan,” kata Erwan, Selasa (8/12).

Pihaknya tidak akan tebang bilih kalau pun ada oknum yang bermain.

“Siapapun apalagi jika ada yang mengaku pejabat, tetap akan diproses. Jika memang APH sudah turun tangan pihaknya sangat bersyukur. Itu yang diharapkan karena jangan sampai kita menunggu kehancuran lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Citengah Otong mengaku sudah berkonsultasi dengan pihak BJA yang memiliki lahan Margawindu itu.

Dikatakan, bahwa perkebunan Margawindu adalah perkebunan teh bukan untuk tempat wisata.

Termasuk tak benar ada villa atau pun danau. Pihaknya sudah memberitahukan ke pengelola lahan tersebut. Yakni, dibongkar paksa atau dibongkar sendiri.

Dikatakan dia, Wakil Bupati telah menanggapi terkait permasalahan yang terjadi di Cisoka.

“Kami yang jadi sasaran warga, seolah-olah kami yang melaporkan, padahal perkebunan itu sudah dirusak,” ujarnya.

Padahal Bupati dan Wakil Bupati punya program SAKIP  Desa diantaranya mengentaskan kemiskinan, sementara kebun teh dirusak.

Sementara orang Citengah itu banyak petani teh, terkait masalah jual beli yang diketahuinya saat dibagikan BJA kepada masyarakat garapan per 30 bata 100 ribu.

“Namun, berdasarkan informasi  sekarang diperjual belikan sampai 30 juta per patok, dan itu semua tidak diketahuinya,” kata dia.

Tapi begitu permasalahan yang muncul, ada paguyuban ke permukaan tapi paguyuban tersebut diluar Desa Citengah.

Pihaknya berharap bangunan liar dibongkar dan disana kembali ada tanaman teh.***