SOSIAL

Kader TBC Ujung Tombak Investigasi Kontak Pasien

×

Kader TBC Ujung Tombak Investigasi Kontak Pasien

Sebarkan artikel ini
Kader TB sedang menyimak penyampaian materi saat Refreshing Kader TB di Aula Puskesmas Imbanagara (dok. Indahilma)

KAPOL.ID – Di tengah pandemi Covid-19, isu penyakit Tubercolosis (TB/TBC) tak pernah hilang.TBC masuk dalam deretan penyakit menular yang mematikan.

Demi memutus rantai penyebaran TB/TBC, Konsorsium Penabulu – STPI Implementing Unit (IU) Ciamis mengukuhkan Komunitas Peduli Eliminasi TBC 2030.

“Salah satu kegiatannya, menyelenggarakan Refreshing Kader TBC di Kabupaten Ciamis,” kata Koordinator Program Konsorsium Penabulu – STPI IU Ciamis, Irham Fathiyyah Shulha, Kamis (22/4/2020) di Aula Puskesmas Imbanagara.

Menurutnya, kehadiran Komunitas Peduli TBC di Ciamis turut berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit TBC dan menggerakan masyarakat agar mau datang ke layanan kesehatan untuk memeriksakan kesehatannya apabila terdapat gejala TBC.

“Ini penting dilakukan untuk segera memutus mata rantai penularan dan segera dapat disembuhkan apabila ada yang positif,” kata Irham.

Ikhtiar memutus mata rantai penularan TBC dan menyadarkan masyarakat untuk memeriksakan dirinya, kata Irgam, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja dalam hal ini Dinas Kesehatan atau jajaran tenaga medis saja, tentunya adalah menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk masyarakat itu sendiri

Wasor TB Dinas Kesehatan Ciamis, Anjar Prayoga dan Kepala Puskesmas Imbanagara, Depi Nuryadi tampak hadir dalam acara itu.

Menurut Anjar, para kader sebagai ujung tombak kegiatan investigasi kontak pasien TBC di Ciamis harus disegarkan kembali semangatnya.

“Kader merupakan ujung tombak keberlangsungan program-program khususnya yang berkaitan dengan kesehatan, makanya ada kader posyandu, kader KB, kader HIV, dan kader TB,” ujar Anjar.

Diakuinya insentif untuk kader sangat minim.Kondisi itu, menurutnya harus menjadi perhatian bersama, agar ke depannya agar kesejahteraan kader diperhatikan.

Sedangkan Kepala Puskesmas, Depi Nuryadi, mengungkapkan untuk menjangkau kegiatan investigasi kontak pasien TBC di masyarakat tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehtan yang ada di puskesmas saja.

“Karena tenaga atau SDM di puskesmas sangat terbatas. Bisa dibayangkan petugas TBC yang hanya satu orang di setiap puskesmas harus menjangkau jumlah penduduk yang begitu banyak di setiap kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran ibu-ibu kader sangat membantu dan berjasa besar terhadap program-program yang selama ini berjalan.

$Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu-ibu kader atas segala dedikasi dan pengorbananya semoga menjadi nilai Ibadah dan dibalas oleh Allah Swt,” kata Depi.

Untuk diketahui, jumlah kader di Ciamis yang dibina oleh Konsorsium Penabulu – STPI IU Ciamis sebanyak 90 orang dan ini dibagi kepada 3 zona.

ona 1 yang terdiri dari Puskesmas Kertahayu, Pamarican, Cidolog, Cimaragas dan Cisaga. Zona 2 terdiri dari puskesmas Cihaurbeuti, Sindangkasih, Cikoneng, Imbanagara, Ciamis, Handapherang dan CIjeungjing.

Sedangkan zona 3 terdiri dari puskesmas Gardujaya, Jatinagara, Rancah, Kawali, Cipaku dan Baregbeg.