KAPOL.ID-
Ibnu Katsier dalam tafsirnya menyebutkan tafaqquh fiddin adalah mempelajari apa yang telah diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, mendengarkan apa yang telah terjadi pada manusia dan apa yang diturunkan Allah kepada mereka.
Pesan kuat kaitannya ihwal tafaqquh fiddin, kewajiban memperdalam ilmu agama (wujubal tafaqquh fi al-din) tersurat dalam Alquran Attaubah 122.
Selaras dengan Ibnu Katsir (QS Attaubah 122) dilontarkan Kepala MAN 6 Tasikmalaya Eka Mulyana, M.Pd dalam silaturahmi keluarga besar orangtua/wali siswa baru MAN 6 Tasikmalaya memasuki tahun ajaran baru 2021/2022, Kamis (12/8/2021).
Dijelaskan dia, salah satu keunggulan madrasah aliyah bagaimana upaya siswa menjadi taffaquh fiddin.
“Siswa yang menimba ilmu di madrasah aliyah, tidak hanya menyerap ilmu yang bersifat kauniyyah (ilmu keduniaan).”
“Tapi lebih diutamakan memperdalam ilmu kauliyyah (ilmu keagamaan),” jelasnya.
Berbeda dengan sekolah umum kata Eka, madrasah aliyah punya keunggulan tersendiri, karena didalamnya diajarkan ilmu tauhid, ilmu tafsir, ilmu fikih, ilmu akhlak (tasauf) dan ilmu keagamaan lainnya.
“Pilihan yang tepat jika ibu dan bapa menyekolahkan anaknya ke madrasah aliyah. Paling tidak, jika mereka lulus dari MA, siswa telah dibekali ilmu agama.”
“Insya Allah lulusan MA mah tidak akan ada yang nganggur, ngajar ngaji sholat dan imam maajid di kampung (lingkungan masjid) bisa,” imbuhnya.
Pendapat yang sama ditandaskan Ketua Komite MAN 6 Tasikmalaya Ohan, S.Pd, kewajiban memperdalam ilmu agama di madrasah aliyah porsinya lebih banyak mendalami kajian yang berbasis ilmu keagamaan (tafaqquh fiddin).
“Sangat tepat orangtua siswa memasukan anak ke madrasah aliyah. Ilmu agama jika benar menerapkannya akan mempunyai nilai ibadah dan dibawa ke akhirat,” tandasnya.
Ditempat berbeda Humas MAN 6 Tasikmalaya Drs. Jenal Aripin menambahkan, selain belajar ilmu agama dan umum, kini sedang menyiapkan revitalisasi perpustakaan dan mendirikan mediaonline yang dikelola komite.
“Dua program ini diharapkan bisa menopang kemajuan ilmu pengatahuan siswa dalam segala bidang.”
“Menyiapkan siswa dan guru melek dalam dunia literasi dan digitalisasi informasi,” harapnya.***












