BUDAYA

Membuat Konten Budaya Lokal Viral Edukatif

×

Membuat Konten Budaya Lokal Viral Edukatif

Sebarkan artikel ini
Para narasumber program Gumbira (Gerakan Untuk Melestarikan Budaya melalui Penyiaran) KPID Jabar di Studio Radar TV, Rabu (22/4/2026).*

KAPOL.ID –
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat melakukan gerakan untuk melestarikan budaya melalui penyiaran (Gumbira). Salah satunya memotivasi pelaku penyiaran membuat konten edukatif dan viral.

Tantangan hari ini bagaimana membuat edukatif, menarik dan viral. Lembaga penyiaran memiliki peran strategis menjaga identitas dan penggerak peradaban.

“Cobalah membuat konten budaya berbasis cerita rakyat, film pendek, arsip digital budaya.”

“Dengan kemasan menarik,” kata salah seorang narasumber, H. Tetep Abdulatif pada acara Gumbira di Jalan SL Tobing Kota Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026).

Ia mengatakan, kebanyakan generasi muda saat ini lebih banyak mengenal budaya global ketimbang budaya sendiri.

Contoh kecilnya ketika ditanya pahlawan nasional tidak mengetahui, namun artis global yang viral lebih tahu.

“Harus kita pahami, budaya Jawa Barat itu bukan sekadar warisan masa lalu tapi pondasi masa depan. Dan sangat beragam dan menarik. ”

“Kami di DPRD setiap tiga bulan sekali melakukan sapa warga dengan pendekatan acara budaya. Ini yang sedang kita terus dorong,” kata anggota DPRD Jabar Fraksi PKS ini.

Sementara itu, Wakil Ketua KPID Jabar dr Almadina Rakhmaniar mengatakan, Gumbira menjadi salah satu langkah untuk melestarikan budaya. Berkolaborasi dengan berbagai pihak memberikan edukasi.

“Harapannya menggugah kreativitas para insan penyiaran untuk membuat nilai-nilai kebudayaan dimunculkan kembali di layar kaca dan radio kita,” ujarnya.

Serta memastikan bahwa konten yang tersebar media sosial ataupun media berbasis internet mengikuti pedoman penyiaran.

“Sehingga konten kreator itu tidak hanya mengandalkan viralitas saja tanpa edukasinya.”

“Jadi seharusnya konten yang dibuat itu sejalan antara kreativitas, tapi juga dengan edukasi untuk menguatkan budaya,” katanya. ***