Akhir Tahun Target Vaksinasi di Garut Capai 70 Persen

  • Bagikan

KAPOL.ID – Pemkab Garut mentargetkan, di akhir tahun 2021, vaksinasi di Garut bisa mencapai 70 persen. Target tersebut tentunya bukan hanya omong kosong, mengingat saat ini capaian vaksinasi secara umum di Garut sudah melampaui anjuran pemerintah pusat, yakni 50 persen dari total sasaran mencapai 1,9 juta.

Begitu pun dengan capaian vakisinasi untuk kalangan lansia yang juga sudah melampaui angka 40 persen.
Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani kepada sejumlah wartawan.

Untuk mencapai target tersebut lanjut Leli, hingga kini Pemkab Garut masih terus berupaya menggenjot masyarakat agar mengikuti vaksin, dengan harapan angka capaian vaksinasi di Kabupaten Garut terus meningkat.

Sehingga diharapkan pula bisa lebih mempercepat terwujdnya herd immunity (Kekebalan Kelompok).

“Jika target kita di akhir 2001 capaian vaksinasinya sudah mencapai 70 persen maka akan terwujud kekebalan kelompok, dan aktivitas masyarakat Garut pun sudah bisa kembali normal,” tuturnya.

Karena alasan tersebut lanjut Leli, dikala para tenaga vaksinator terus berjuang keras tanpa menghiraukan waktu juga keluarga untuk memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat.

Masyarakatnya juga harus ikut serta berjuang untuk bisa segera mengikuti vaksin, terutama bagi yang belum mengikuti vaksin dosis 1.

Dengan demikian katanya, akan terjadi kesembangan antara dosis yang disediakan dengan masyarakat yang datang untuk divaksin pada setiap kegiatan vaksinasi yang digelar, dari mulai perkotaan hingga ke pelosok-pelosok desa.

Meski demikian tutur Leli, karena para petugas Nakes juga manusia biasa yang membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Pihaknya telah mengusulkan kepada Bupati Garut agar pada setiap hari Minggu pelaksanaan vaksinasi bisa diliburkan.

“Walau bagaimanapun kami juga perlu waktu untuk beristirahat, karena kalau kurang istirahat para tenaga vaksinator pun cukup rentan terganggu kesehatan. Jika hal ini terjadi, tentu bukan hanya merepotkan petugas vaksinator, tapi juga bisa menganggu keberlangsungan pelaksanaan vaksinasi,” ungkapnya.***

  • Bagikan