Connect with us

PARLEMENTARIA

Ali Rasyid, Selama Pandemi Corona Belum Berakhir, Sekolah Jangan Dulu Dibuka

|

KAPOL.ID- Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Ali Rasyid meminta selama masa vandemi Corona belum berakhir, sekolah jangan dulu dibuka.

Hanya saja kegiatan belajar harus tetap berjalan dengan sistem daring atau online. Dan saat ini proses penerimaan peserta didik baru tetap dilaksanakan, namun proses belajarnya dilakukan di rumah masing-masing.

Hal itu disampaikan Ali Rasyid saat menjadi pemantik diskusi pada web seminar atau webinar yang membahas Masa Depan Pendidikan di Era New Normal yang digelar oleh SD Sedunia Kamis (11/6/2020).

“Kenapa belajar tidak boleh dilaksanakan di sekolah, ini demi menyelamatkan anak-anak dan juga guru dari serangan virus Corona. Nyawa anak-anak harus diselamatkan. Jadi sebelum vandemi Corona benar-benar berkahir sekolah jangan dulu dibuka,” kata Ali Rasyid.

Kata dia, hukum tertingginya adalah menyelamatkan nyawa manusia baik itu peserta didik atau pun guru. Semuanya harus diselamatkan. Dan di dalam Alquran telah dijelaskan bagaimana pentingnya menyelamatkan satu nyawa manusia.

“Sesuai dengan data yang ada di Ikatan Dokter Anak Indonesia, anak yang terkena virus Corona itu jumlahnya ribuan. Karena Corona itu menyerang siapa saja termasuk anak-anak,” kata politisi muda Gerindra itu.

Data per 18 Mei 2020 kata dia, anak yang statusnya PDP jumlahnya mencapai 3324 orang. Yang meninggal dalam status PDP mencapai 129 orang. Sedangkan yang terkonfirmasi positif ada 584 orang dan yang meninggal sebanyak 14 orang.

“Data ini membuktikan bahwa anak-anak rentan terkena Corona. Untuk itu langkah penyelamatannya dengan menghentikan proses belajar mengajar di ruang kelas,” ucapnya.

“Kita khawatir ketika sekolah dibuka banyak anak yang terpapar. Itu terjadi di Korea di mana saat sekolah dibuka dalam 24 jam ada anak positif Corona sebanyak 79 orang, termasuk juga di Itali. Makanya negara-negara tersebut menutup kembali sekolah,” jelasnya.

Ali mengakui saat ini mayoritas anak-anak ingin belajar di sekolah dan sudah merasa jenuh belajar di rumah. Namun kondisinya dihadapkan pada dua pilihan belajar di sekolah dengan nyawa terancam, atau anak anak bosan di rumah.

Dan pilihan terbaiknya lebih mengutamakan menyelamatkan nyawa manusia karena dengan menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan nyawa lainya. Sebelum vandemi Corona benar-benar clear sekolah tidak boleh dibuka.***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *