oleh

Anggaran Dialihkan untuk Covid-19 Pembangunan Sejumlah Infrastruktur Terhenti

KAPOL.ID – Penyebaran virus Covid-19 yang melanda Kabupaten Garut bukan saja telah berpengaruh terhadap berbagai aktivitas dan perekonomian masyarakat, tapi juga telah mengakibatkan tertundanya sejumlah pembangunan inprastruktur yang sejak jauh-jauh hari telah direncanakan.

Proyek paling besar terdapat di lingkungan Dinas PUPR yang menghabiskan hampir senilai Rp 200 Milyar terutama proyek pembangunan GOR Ciateul dan pembangunan Aquatik.

Seperti dijelaskan Sekretaris Bappeda Garut, Agus Ismail, ST.,M.T., Untuk pembangunan GOR saja anggaran yang telah dipersiapkan senilai Rp 90 miliar, terdiri dari anggaran DAU sebesar Rp 50 miliar ditambah anggaran Banprov senilai Rp 40 miliar.

Demikian juga anggaran yang dipersiapkan untuk pembangunan aquatic senilai Rp 50 miliar yang terdiri dari DAU sebesar Rp 25 miliar ditambah anggaran Banprov senilai Rp 25 miliar.

Selain dua bangunan tadi lanjut Agus Ismail terdapat juga pembangunan sejumlah jalan yang juga terpaksa harus tertunda seperti jalan baru Lingkar Cipanas melalui anggaran Banprov senilai Rp 12 miliar, Jl. Kadungora Leles senilai Rp 23 miliar, serta Jl. Cibedug Cipicung sebesar Rp 12 miliar.

Begitu pun anggaran sebesar Rp 14 miliar untuk pembangunan tujuh kantor kecamatan yaitu Kecamatan Banyuresmi, Cilawu, Tarogong Kaler, Sukawening, Talegong, Pakenjeng dan Bayongbong yang masing-masing dianggarkan sebesar Rp 2 miliar dari anggaran DAU.

Selain menghabiskan anggaran untuk pembangunan inprastuktur lanjut Agus Ismail, biaya penanganan covid-19 di Kabupaten Garut telah pula menghabiskan sebagian biaya operasional sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Garut.

Akibatnya, hampir seluruh kegiatan di kantor-kantor ditiadakan, dari mulai Diklat-Diklat hingga Prajabatan sampai pengadaan –pengadaan kendaraan, pengadaan tanah dan lain sebagainya.

Pemkab Garut sendiri lanjut Agus telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300.561.531.743 untuk penanganan covid-19 dan hingga kini sudah terealisasikan sebesar Rp 128.378.365.920 atau sekitar 40 % di antaranya untuk bidang kesehatan sebesar Rp 71.611.531.743, bidang ekonomi sebesar Rp 184.950.000.000 dan bidang sosial sebesar Rp 44.000.000.000.

Dengan anggaran sebesar itu, diperkirakan, keuangan Pamda Garut menuju pulih kembali bisa memakan waktu dua tahun ke depan, atau tergantung dari bagaimana masyarakat Garut bisa melaksanakan adaptasi kebiasaan baru.

“Kalau masyarakat kita sudah mampu beradaptasi akan kebiasaan baru maka otomatis akan mempercepat pemulihan kembali. Tapi sebaliknya, jika masyarakat kita tidak bisa beradaptasi maka diperkirakan keadaan ini akan berlangsung lebih lama lagi,” tutur Agus Ismail. [Anang KN]

Komentar