BISNIS  

Bank Sampah Sritani Sahate Parigi, Begini Prosesnya

Siap-siap meresmikan Bank Sampah Sritani Sahate. (Foto: istimewa)

KAPOL.ID—Depi Priatna, Direktur Bank Sampah Sritani Sahate Desa Parigi menuturkan kronologis berdirinya bank sampah. Katanya, ide tersebut muncul dari kalangan ibu-ibu, muda-mudi dan patriot desa.

“Awalnya itu ada kumpulan kecil antara ibu-ibu, para pemuda-pemudi dan patriot desa. Waktu itu tanggal 16 Februari 2022, di rumah Ketua RW 10 Desa Parigi,” tutur Depi.

Dari permusyawaratan itu, lanjut Depi, lahirlah kesepakatan membentuk bank sampah. Namanya Sritani Sahate.

“Sritani Sahate kurang lebih memiliki arti asri dan lestari. Tentu ini lahir dari kesadaran bersama antarwarga dalam penanganan sampah,” lanjut Depi.

Baca Juga: Mimpi Warga Parigi Jadi Nyata, Punya Bank Sampah

Bank Sampah Sritani Sahate kemudian benar-benar resmi berdiri pada Minggu (6/3/2022). Kemudian mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak.

Apresiasi antara lain datang dari Ketua BPD Desa Parigi, Dhanny Aditya Dharma. Dirinya menyatakan bahwa BPD Desa Parigi akan mendukung penuh, bahkan sampai pada tahap pembuatan Perdes tentang Menjaga Lingkungan Hidup.

Sementara Direktur Bank Sampah Induk Sahate Pangandaran, Rian Hidayat mengakui bahwa kelahiran bank sampah Sritani Sahate merupakan momen yang sangat berharga. Paling tidak bagi dirinya pribadi.

Pasalnya, kata Rian, pihaknya sangat menunggu-nunggu kemunculan bank sampah. Semakin banyak akan semakin bagus. Karena itu Rian sangat berterima kasih kepada patriot desa BUMDes Desa Parigi yang turut mendorong terbentuknya bank sampah tersebut.

“Bank Sampah Induk Sahate Pangandaran sangat mendukung dan mendorong berjalannya bank sampah di Desa Parigi. Mari kita mulai dari langkah kecil dengan mulai memilah sampah dari rumah,” ucap Rian.

Begitupun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Abay Bayanullah menyambut baik kehadiran Bank Sampah Sritani Sahate. Pasalnya, berdasarkan pendataan dinas, volume sampah di Kabupaten Pangandaran dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan.

“Tercatat di Kabupaten Pangandaran rata-rata sampah yang dihasilkan mencapai 9 ton per hari dari tiap kecamatan. Maka, dengan adanya bank sampah di setiap desa, semoga dapat mendorong penurunan sampah. Masyarakat juga lebih bijak dalam menghadapi permasalahan sampah, karena sampah merupakan masalah bersama,” kata Abay.

Di pihak lain, Koordinator Patriot Desa Pangandaran, Kuswan mengemukakan bahwa pihaknya sekadar menjalankan tugas. Karena kehadiran atriot desa membawa tugas menjadi mitra desa dan masyarakatnya untuk mendorong dan meningkatkan starta IDM Desa.

“Nah, salah satu indikator IDM Desa itu ya bidang lingkungan. Karena itu, kami mengucapkan selamat atas terbentuknya Bank Sampah Sritani Sahate ini. Ini menjadi pemecah rekor pertama baik di tingkat Kabupaten Pangandaran, bahkan di Jawa Barat, dalam program patriot desa,” Kuswana menekankan.

Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment

Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv

Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id