oleh

Bertemu Menteri Koperasi dan UKM, SEP Diminta Berlari Kencang

JAKARTA, (KAPOL).- Bertemu dengan menteri koperasi dan UKM, Teten Masduki, Serikat Ekonomi Pesantren langsung diminta berlari kencang untuk menghasilkan produk yang bisa bersaing di dunia global.

Apa yang menjadi target dari Serikat Ekonomi Pesantren sangat sejalan dengan program kementerian Koperasi dan UKM yang akan menghidupkan Koperasi mahasiswa dan pesantren.

Hal itu diungkapkan menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki saat menerima kunjungan delegasi dari Serikat Ekonomi Pesantren pada Jumat (15/11/2019) di ruang rapat menteri gedung kementerian koperasi dan UKM.

“Kami ingin Pesantren menghasilkan produk yang bisa bersaing secara global, untuk mendongkrak ekonomi masyarakat. Dan bisa menumbuhkan enterpreneur baru di kalangan santri,” kata Teten.

Ia meminta agar SEP dalam waktu dekat ini membuat cetak biru program dalam memajukan ekonomi umat.

Dan produk yang dihasilkan memiliki standar yang tinggi dan bisa bersaing secara global. Sehingga kedepannya masyarakat bisa semakin sejahtera.

Ia memaparkan saat ini eksport produk UKM dari Indonesia baru 15,7 persen padahal jumlah pelaku UKM di Indonesia mencapai 60 juta.

Kalah oleh Malaysia yang sudah 28 persen padahal pelaku UKM nya cuma 600 saja.

“Pesantren dijadikan basis ekonomi umat, bagaimana sekarang ini menjadi penggerak perekonomian masyarakat, selain juga mengajak masyarakat berakhlak baik. Kepala santri diisi, hati diisi perut juga diisi,” katanya.

Sementara itu Deklarator Serikat Ekonomi Pesantren, Ahmad Tazzaka Bonanza mengatakan, dalam waktu dekat ini SEP akan membuat cetak biru program dalam pemberdayaan umat melalui koperasi.

Pihaknya akan mendorong anggota SEP yang berjumlah 1078 pesantren untuk membangun koperasi.

Dari 1000 pesantren tersebut 500 diantaranya sudah memiliki keperasi dan sisanya belum ada.

“Jadi target kita akan membangun antara 200 sampai 500 koperasi pesantren. Sehingga pada tahun 2020 nanti ada 1000 koperasi pesantren yang aktif,” katanya.

Sebelum pembentukan tentunya para santri diberi edukasi atau diberi pelatihan soal perkoperasian dengan sistem magang di pesantren yang koperasi nya sudah berjalan. Termasuk dibantu dari sisi permodalan.

“Dan kami akan membuat induk koperasi yang mewadahi 1000 koperasi pesantren yang ada yakni Koperasi Serikat Ekonomi Pesantren atau Kasep,” katanya.

Aka optimis dengan adanya Koperasi Serikat Ekonomi Pesantren akan mampu memberdayakan dan mensejahterakan umat. Tentunya produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang berdaya saing global.

Potensi ekonomi di pesantren itu sangat besar sekali. Di Indonesia ini ada 3,9 juta santri yang sebagian besarnya di Jawa Barat.

Khusus anggota SEP saja jumlah santrinya mencapai 198.018 dengan jumlah kiyai sebanyak 7,227.

Bayangkan kalau kita koperasi pesantren bisa memproduksi sabun, pasarnya sudah sangat jelas,” ucapnya.

Selain itu, pihak SEP juga saat ini sudah menjalin kemitraan dengan beberapa pengusaha dalam mengembangkan produk. (KP-03)***

Komentar