BIROKRASI

Bupati Tasikmalaya Lantik Sejumlah Pejabat, Beberapa dari Luar Daerah

×

Bupati Tasikmalaya Lantik Sejumlah Pejabat, Beberapa dari Luar Daerah

Sebarkan artikel ini
Lantik Pejabat
Bupati Tasikmalaya melantik sejumlah Pejabat dalam lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya. Dua dari tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama berasal dari luar Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin kembali melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (3/2/2026). Antara lain Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas.

Dari sejumlah pejabat tersebut, beberapa di antaranya berasal dari ASN yang sebelumnya bertugas di luar daerah Kabupaten Tasikmalaya. Antara lain yang mengisi jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang Permukiman Pemakaman, dan Lingkungan Hidup (DPUTRPP-LH).

Adapun secara rinci, Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya; Iing Farid Khozin mengemukakan bahwa pengambilan sumpah tersebut terhadap tiga orang pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, empat orang Pejabat Administrator dan tujuh Pejabat Pengawas.

“Untuk tiga orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, dua di antaranya berasal dari Kementrian dan luar Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya. Keduanya mengisi jabatan yang sebelumnya memang kosong,” terang Iing.

Nama-nama Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama itu sendiri antara lain: Rubi Azhara sebagai Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; Deden Ramdan Nugraha sebagai Kepala DPUTRPP-LH; Wandi Herviandi sebagai Kadisdikbud.

Di pihak lain, Bupati Tasikmalaya; Cecep Nurul Yakin menilai pelantikan tersebut sebagai bagian dari implementasi dari manajemen aparatur sipil negara (ASN). Baginya, dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dari luar daerah juga tidak menyalahi aturan.

“Kenapa dari luar daerah? Karena kan ada proses open bidding. Justru saya senang, artinya Kabupaten Tasikmalaya ini banyak diminati. Kemarin kan yang ikut daftar open bidding ada 19 orang. Beberapa diantaranya dari luar Tasik seperti dari Kementerian Agama, Maritim, dan dari Pemerintah Daerah luar Tasik,” kata Cecep.

Di samping itu, kata Cecep, proses open bidding sendiri berjalan dengan trasnparan. Toh pengajuan asesor atau rekomendasinya terus bolak-balik antara Gubernur, BKN, Kemendagri, Mabes Polri termasuk dari akademi UNPAD.

Justru, bagi Cecep, yang aneh itu jika tidak banyak orang dari luar Tasikmalaya yang ikut mendaftar open bidding. Sebab itu bisa menunjukkan sentimen negatif, bahwa pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Tasikmalaya tidak baik.

“Tapi di sisi lain selain senang juga ada khawatirnya. Artinya, ini akan menjadi ancaman bagi ASN kita yang malas. Sekarang kan penilaian kinerjanya sangat terbuka, ada dalam dashboard e-kinerja ASN. Jadi ketahuan semuanya siapa yang malas dan siapa yang rajin,” Cecep menandaskan.

Support  KAPOL with subscribe, like, share, and comment

Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv

Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv