KANAL

Demi Lahan Pembangunan Gedung Koperasi, 15 Rumah Warga Di Bongkar

×

Demi Lahan Pembangunan Gedung Koperasi, 15 Rumah Warga Di Bongkar

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Sebanyak 15 unit rumah milik warga yang berada di kampung Pasirmalang desa Lengkongjaya kecamatan Cigalontang di bongkar Sabtu (2/4/2026).

Para pemilik rumah terlihat panik karena di lokasi juga alat berat yang akan melakukan pemerataan lahan tanah sudah beroperasi.

Dengan demikian maka pembongkaran rumah oleh wargapun seolah seolah di kejar kejar alat berat.

Satu rumah milik Engkun yang merupakan ketua RT setempat terpaksa langsung di timbun urugan tanah karena belum sempat selesai dibongkar

“Baru beres diturunkan genting gentingnya, sedangkan kayu kayunya semunya terkubur urugan tanah tak ada yang terselamatkan” Kata Engkun sambil tertegun menatap Puing puing rumahnya yang sudah terkubur tanah

Pembongkaran 15 unit rumah tersebut, karena lahan yang sudah puluhan tahun warga tempati akan digunakan untuk pembangan gedung koperasi Merah putih

“Lahan yang di tempati warga ini merupakan tanah milik desa, yang sudah puluh tahun ditempati oleh warga, sekarang karena semua desa di wajibkan untuk menyediakan lahan untuk pembangun gedung koperasi merah putuh, maka terpaksa lahan ini kami gunakan, karena di desa lengkongjaya tidak ada lagi lahan milik desa, kecuali ini” Kata kepala desa Lengkongjaya Dani Rusbandi.

Sedangkan mengenai Pembongkaran 15 rumah warga tersebut menurut kepala desa hal tersebut sebelumnya sudah di musyawarahkan

“Sudah, sudah tiga bulan lalu sebelum bulan puasa juga kami sudah menyampaikan pada warga yang menempati. Maksimal tiga bulan, lahan tersebut harus sudah kosong, karena pembangunan gedung koperasi merah putih harus segera di mulai” Kata Dani

Namun hingga batas waktu yang ditentukan ternyata masih ada sebagian yang belum di bongkar termasuk rumah milik ketua RT dan keluarganya.

“Sebenaranya kalau cuma membongkar satu hari juga bisa selesai, cuma kan membuat kami bingung, kami juga harus membangun lagi rumah yang baru, ini kan memerlukan biaya yang cukup besar apalagi tanahnya juga belum ada, makanya bukan maksud kami membangkang perintah,” Kata Engkun yang nampak. Masih kebingungan.

Kini lokasi yang lahan yang dulunya di tempati warga sudah rata, sementara lima belas kepala keluarga dengan jumlah 57 orang anggota keluarga ada yang sudah membangun kembali rumahnya di tempat yang lain, ada pula yang terpaksa ikut numpang di rumah rumah saudaranya. (Adji Shg)