Connect with us

POLITIK

Demokrat Ingin Jadi Pemenang, Indikasinya Ada di ARM

|

Ferry Willyam, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Amra Iska)

KAPOL.ID–Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya, Ferry Willyam, menegaskan bahwa partainya ingin jadi bagian dari pemenang Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020.

Untuk menuju kemenangan itu sendiri, Partai Demokrat sudah melaksanakan mekanisme partai. Mulai dari melakukan penjaringan hingga pit and proper test bakal calon bupati.

“Adapun kaitan dengan konteks koalisi, kita berpandangan bahwa Partai Demokrat pada Pilkada kali ini ingin menjadi bagian dari pemenang,” ujar Ferry saat berbincang dengan KAPOL.ID.

Sehingga, lanjut Ferry, pada prosesnya Partai Demokrat mendambakan sebuah koalisi yang mencerminkan keterwakilan unsur kepartaian di setiap daerah.

“Artinya, ya, sangat diharapkan koalisi itu bisa besar. Karena Demokrat targetnya ingin bareng-bareng dan ingin menang,” tambahnya.

Partai Demokrat sendiri, terang Ferry lebih jauh, melihat indikasi kemenangan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 ada pada sosok Azies Rismaya Mahpud (ARM). Walaupun tidak menganggap enteng kekuatan petahana, yang kemungkinan besar akan menjadi rival.

“Semua lawan akan kita anggap berat. Justru di sana lah gregetnya dalam berpolitik,” lanjutnya.

Di samping bakal calon bupati, Partai Demokrat juga sangat mempertimbangkan sosok bakal calon bupati. Dalam hal ini, semua partai yang akan menjalin koalsisi mesti menyamakan persepsi.

“Kita memandang bahwa wakil itu menjadi salah satu kekuatan penyeimbang. Dalam arti, kita juga harus selektif dalam mencari wakil. Yang bisa mengimbangi dan memenangkan Pilkada,” tambahnya lagi.

Partai Demokrat tidak berharap jika kemudian gandengan ARM–yang kemungkinan besar akan diusung–malah menjadi kekurangan. Untuk itu, pihaknya akan sangat rasional dalam mengusulkan nama bakal calon wakil bupati.

KAPOL.ID “menyentil” soal kemungkinan Ferry dapat mendampingi ARM. Baginya, jangan sampai usulan dari Partai Demokrat malah menjadi bumerang.

“Seandainya ada juga di kader kita, kenapa tidak? Kalau berbicara figur, saya misalnya, kita lihat saja nanti. Kalau merepresentasikan kemenangan, kenapa tidak? Tapi kalau malah menjadi kekuatan kemunduran, ya, kita juga rasional lah,” Ferry menandaskan.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *