KAPOL.ID – Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) nampaknya tak mau sekadar jadi penonton di kancah politik nasional. Di bawah komando Mukhamad Misbakhun, ormas pendiri Partai Golkar ini tancap gas menyiapkan “stok” pemimpin masa depan.
Hal itu ditegaskan Misbakhun saat membuka gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Rapimnas I SOKSI Tahun 2026 di Ballroom Hotel Indigo, Bandung, Jumat (15/5/2026).
Pria yang juga menjabat Ketua Komisi XI DPR RI ini menyebut, SOKSI punya utang tanggung jawab besar untuk terus menyetor kader berkualitas bagi partai berlambang pohon beringin tersebut.
”SOKSI merasa punya tanggung jawab yang sangat besar sebagai salah satu ormas pendiri. Kita harus memberikan kontribusi nyata bagi Partai Golkar,” tegas Misbakhun di hadapan para kader yang memadati ruangan.
Bukan sekadar omon-omon, Misbakhun sudah menyiapkan resep khusus bertajuk Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB). Program ini bakal menjadi kawah candradimuka untuk menggembleng ideologi karya-kekaryaan secara masif di seluruh penjuru Indonesia.
Targetnya jelas periode 2025-2030 harus menjadi panggung bagi kader terbaik SOKSI, baik itu di kursi pemerintahan, internal partai, hingga kursi empuk wakil rakyat di semua level.
Tak melulu soal politik praktis, Misbakhun yang sehari-harinya bergulat dengan angka di Komisi XI ini juga menyoroti kondisi dompet rakyat. Ia membawa kabar sejuk soal harga BBM bersubsidi.
Menurutnya, pemerintah sudah memberikan garansi. Selama harga minyak mentah dunia masih “betah” di bawah ambang batas tertentu, rakyat tak perlu was-was soal kenaikan harga.
”Sepanjang harga minyak rata-rata masih di angka 100 dolar per barel, pemerintah lewat Menteri Keuangan memastikan harga minyak tidak akan naik. Saat ini anggaran kita masih aman terkendali,” katanya.
Bukan cuma soal bensin, Misbakhun juga “menyentil” Bank Indonesia (BI). Ia meminta otoritas moneter itu tidak setengah hati menjaga nilai tukar rupiah yang dinilai sudah melenceng dari nilai aslinya (undervalued).
”Rupiah harus dikembalikan ke nilai sebenarnya. Ini mendesak agar harga barang impor tidak mencekik karena kurs yang melampaui kewajaran,” tambahnya.
Gelaran strategis yang rencananya bakal dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia ini, diharapkan menjadi titik balik persatuan total SOKSI. Di bawah kepemimpinan tunggal yang sudah sah diakui partai, SOKSI ingin membuktikan bahwa mesin organisasi mereka sedang dalam kondisi prima dan siap bergerak satu komando. (Am)







