Dony: Saya Minta Laporan Rutin dari Disdik, Soal Inovasi Kepsek

  • Bagikan
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir melakukan pengangkatan dan penugasan guru sebagai Kepala Sekolah Tingkat SD dan SMP di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

KAPOL.ID – Pengangkatan dan Penugasan guru sebagai Kepala Sekolah Tingkat SD dan SMP di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, digelar di Gedung Negara Sumedang, Kamis 16 September 2021.

Adapun Jumlah peserta berjumlah 43 orang yakni untuk Kepala SMP 41 orang diantaranya promosi 17 orang dan rotasi 24 orang.

Sedangkan untuk Kepala SD hanya 2 orang promosi.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mengatakan, ini adalah sebuah keharusan di organisasi Disdik.

Menurut dia, dimana sebelumnya ada seleksi bagi para kepala sekolah tehah ditempuh.

Penilaian oleh Disdik dengan dewan pendidikan dan para pengawas secara komprehensif.

“Dengan kriteria yang telah ditentukan, sekarang dengan kriteria yang telah ditetapkan sekarang dilaksanaksn promosi dan rotasi, harapan saya dari kepala sekolah yang promosi dan rotasi bisa menghasilkan inovasi yang baru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang saat ini memasuki PTMT secara bertahap,” ujarnya.

Donny Ahmad Munir menuturkan, jadi terobosannya apa yang bisa mengakselerasi proses pembelajaran.

Bayangkan kita hampir 1,5 setengah tidak pernah belajar tatap muka, jadi minimal nantinya satu sekolah ada satu inovasi.

“Saya minta laporannya secara rutin dari Disdik sekolah mana saja yang punya inovasi, dan harus ada pembedanya dari ciri khasnya guna meningkatkan mutu kwalitas pembelajaran, tidak harus dengan uang APBD, banyak cara melakukan inovasi untuk melakukan aktivitas di sekolah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Agus Wahidin mengatakan, hari ini ada 17 Kepala SMP yang promosi dua kepala SD dan 24 orang rotasi.

“Berkaitan dengan tekanis inovasi itu tidak harus besar dan mahal juga tidak harus sulit, contohnya di SMPN 3 Jatinangor inovasinya sederhana namun betul betul berbeda,” katanya.

Kendati demikian, lanjut ia, anak-anak kreatif membuat berbagai mata pelajaran jadi tematik sehingga, bergerak kreatif dan anak menjdi mandiri melakukan dari hal-hal yang ada disekitar rumahnya mulai dari sampah, bambu dan yang lainnya.

Dikatakannya, Untuk masalah Digital contoh nya di SMPN 1, 2, 5 SMPN Jatinungal 1 dan Cimanggung dan banyak lagi sekolah sekolah yang kreatif dalam membuat inovasi.

Lebih lanjut Agus, terkait isu seleksi P3K saya jelaskan, bahwa perekrutannya murni kewenangan Nasional (Panselnas) dilaksanakan 100 persen dengan Komputerisasi hari itu selesai jam itu Selesai nilai langsung keluar.

“Jadi Disdik kabupaten berperan itu sangat tidak ada Keikut sertaan dipastikan kabupaten Sumedang Disdik murni tidak punya kewenangan,” pungkasnya.

  • Bagikan