Dua Alfamart dan Satu Kafe di Singaparna Kena Denda Rp 5.100.000

  • Bagikan
Pemilik Kafe Haiden lebih memilih hukuman kurungan empat hari ketimbang membayar denda Rp 5.000.000,-.

KAPOL.ID–Sebanyak dua Alfamar dan satu kafe di Singaparna ketahuan melanggar aturan PPKM. Akibatnya, semua kena denda. Untuk Alfamart masing-masing Rp 5.100.000 subsider lima hari kurungan, sementara untuk kafe Rp 5.000.000 subsider empat hari kurungan.

Hal tersebut terungkap saat dilakukan sidang pelanggaran PPKM secara virtual di pos polisi Jalan Muktamar Singaparna, Rabu (7/7/2021). Sidang pertama menggadirkan Puri Purwanti (25), penanggung jawab Alfamart yang berada di Jalan Muktmar Singaparna, sebagai terdakwa.

Hakim memvonis terdakwa terbukti melanggar PPKM, persisnya terkait batas waktu jam operasional, yang seharusnya hanya sampai pukul 20.00 sementara Alfamart tersebut masih melayani konsumen hingga pukul 20.30. Dalam arti melanggar Pasal 21 ayat 1 dan 2 Peraturan Gubernur No. 5 tahun 2021.

Saat persidangan berlangsung, Puri mengaku bahwa pada pukul 20.00 pihaknya sudah bersiap akan tutup. Namun tiba-tiba ada konsumen yang masuk. Sehingga terpaksa menunggu sampai konsumen tersebut selesai belanja.

Sementara pada persidangan yang lain; pemilik kafe Haiden yang dikenai denda Rp 5.000.000 subsider empat hari kurungan, Nendi (28) mengatakan pada saat petugas datang ke dalam kafe, ada tiga orang konsumen yang masih duduk.

“Jujur saja, Pak. Sosialisasi yang disampaikan itu aturannya bagi saya membingungkan. Aturan PSBB seperti ini, kemudian aturan PPKM beda lagi. Tida ada yang jelas. Makanya saya juga buka kafe normal-normal saja. Tapi tak taunya malah seperti ini,” Nendi membela diri.

Jelas Nendi merasa denda yang menimpa dirinya terasa sangat memberatkan. Karena bagi dirinya, usahanya masih kecil-kecilan. Omsetnya saja semalam tidak sampai Rp. 300.000.

“Sapalagi saat kondisinya seperti sekarang, paling besar semalam dapat Rp. 200.000, bahkan kadang cuma dapat Rp. 150.000. Buat nutupin biaya operasional juga nggak cukup,” sambungnya dengan nada sedih.

Mengingat penghasilan kafenya sedang selalu sepi, Nandi memilih untuk tidak membayar denda sebesar Rp 5.000.000. Uang tersebut terlalu besar bagi pengusaha kecil seperti dirinya.

“Uang lima juta itu belum tentu bisa saya dapatkan selama lima bulan. Kalaupun saya punya uang segitu, lebih baik buat bayar karyawan saja, Pak. Makanya, biarlah saya pasrah dikurung selama empat hari” pungkasnya.

  • Bagikan