Duta Bahasa Medsos Jabar: UU ITE Menjerat Warga Kurang Sadar Berbahasa

  • Bagikan
Nenden Servia, Duta Bahasa Media Sosial Jawa Barat.

KAPOL.ID–Sejak disahkan pada tahun 2008, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah menjerat berbagai kasus yang di media sosial. Tepatnya terjerat Pasal 28 Ayat (2).

Duta Bahasa Media Sosial Jawa Barat, Nenden Servia menyikapi hal tersebut. Menurutnya, pengguna media sosial yang terjerat kasus pelanggaran UU ITE karena kurangnya kesadaran terkait penggunaan bahasa yang baik dan benar.

“Sebetulnya demi menjawab permasalahan ini, Duta Bahasa Jawa Barat sudah melakukan gebrakan melalui kampanye kebahasaan, namun mungkin impact dari ini tidak spontan,” ucap Nenden kepada kapol.id.

Nenden juga menyadari bahwa kegiatan kampanye kebahasaan harus dimassifkan. Terlebih karena belakangan ini kasus pelanggaran dalam penggunaan bahasa di media sosial semakin melonjak.

Selain itu, Nenden mengaku bahwa pihaknya juga membuat gebrakan lain melalui media sosial; yaitu mengajak para kreator konten untuk turut serta dalam edukasi kebahasaan, agar lebih efektif dan tepat sasaran.

“Di media sosial banyak penggunaan bahasa yang kurang tepat secara etika, itu permasalahannya sudah menjadi permasalahan individu. Untuk menyelesaikannya dibutuhkan gebrakan edukatif melalui media sosial juga. Misalnya sekarang banyak conten creator Instagram atau Tiktok untuk melakukan gebrakan ini,” pungkasnya.

  • Bagikan