KAPOL.ID – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan utama dalam agenda Siskamling Siaga Bencana ke-92 yang digelar di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo, Selasa (28/4/2026).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung kini memasuki babak baru. Menurutnya, pola-pola konvensional sudah saatnya ditinggalkan dan beralih ke sistem berbasis data yang terukur
Farhan menekankan, kesiapsiagaan kota dalam menghadapi tantangan lingkungan dimulai dari penguatan di tingkat kewilayahan. Ia ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah benar-benar terjadi secara nyata, bukan sekadar laporan di atas kertas.
“Ke depan kita harus memastikan bahwa pengelolaan sampah dilakukan secara nyata di tingkat wilayah. Data yang ada harus mencerminkan kondisi di lapangan,” tegas Farhan di hadapan warga dan aparat kewilayahan.
Pemerintah Kota Bandung, lanjut Farhan, akan memperketat pengawasan melalui laporan neraca sampah rutin. Hal ini dilakukan untuk memetakan secara presisi berapa banyak sampah yang dihasilkan, yang berhasil diolah, hingga yang memerlukan penanganan khusus
Langkah antisipatif ini diambil bukan tanpa alasan. Farhan mengingatkan bahwa Kota Bandung sedang bersiap menghadapi perubahan besar terkait skema penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Oleh karena itu, kemandirian wilayah menjadi harga mati.
“Kita harus mulai membangun kemandirian. Semakin banyak sampah yang selesai di tingkat wilayah, maka akan semakin baik bagi keberlanjutan kota ini ke depan,” jelasnya.
Tak hanya soal pembuangan, Farhan juga mendorong konsep ekonomi sirkular. Sampah organik, misalnya, tidak boleh lagi hanya berakhir di bak sampah, melainkan harus kembali memberi manfaat melalui program urban farming atau dapur sehat masyarakat.
Baginya, kunci keberhasilan agenda besar ini ada di tangan masyarakat. Pemilahan sejak dari rumah adalah langkah awal yang menentukan.
“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, kita optimistis mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi ini, Kelurahan Pamoyanan diharapkan menjadi salah satu pionir dalam menjaga ritme pengelolaan sampah yang sehat di jantung Kota Bandung. (Jm)











