Gerakan BERSERI, Cara PD Muhammadiyah Kabupaten Tasik Beri Bantuan Pendidikan

  • Bagikan
Beasiswa Mentari menjadi salah satu ikhtiar Lazis PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya menyambung harapan anak-anak untuk terus mengenyam bangku pendidikan.

KAPOL.ID–Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya terus berusaha merawat kepedulian pendidikan siswa-siswi kurang mampu. Salah satunya dengan memberi bantuan biaya pendidikan, yang disalurkan melalui Lazis PD Muhammadiyah.

“Bantuan ini kami namai beasiswa mentari. Sasarannya adalah siswa-siswi dari tingkat SD sampai SMA. Dengan kriteria yatim/piatu, kurang mampu, siswa tahfidz, kader IPM dan Tapak Suci, serta yang berprestasi,” ujar Ketua Badan Pengurus Lazis Muhammadiyah, Abdurrazak.

Untuk program beasiswa mentari tahun ini, Lazis PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya secara resmi menyalurkannya di aula SMA Muhammadiyah Singaparna, Jl. Muhammadiyah Cikedokan. Total dana sebesar Rp 10 juta, untuk 23 orang.

Dana tersebut, kata Abdurrazak lebih lanjut, terkumpul berkat adanya gerakan berinfak seribu sehari (BERSERI). Yang terlibat di dalamnya antara lain semua sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Tasikmalaya.

Sekolah yang dimaksud adalah SD Muhammadiyah Singaparna, MI Muhammadiyah Linggawangi, SMP Plus Muhammadiyah Singaparna, SMP Plus Qurrota A’yun, MTs Muhammadiyah Singaparna, MTs Muhammadiyah Cipaku, MTs Muhammadiyah Linggawangi, SMA Muhammadiyah Singaparna, SMA Muhammadiyah Rawa, dan SMA At-Tajdid Boarding School.

“Kami haturkan terima kasih kepada semua sekolah yang terlibat. Ini adalah komitmen Lazis Muhammadiyah, menyalurkan amanah donatur untuk keberlangsungan pendidikan. Apalagi di masa pandemi, banyak orang tua yang kesulitan dalam pembayaran,” lanjutnya.

Sebelum menyalurkan beasiswa mentari, Lazis Muhammadiyah melakukan seleksi. Salah satunya melakukan survai dan monitoring kepada calon penerima beasiswa, bekerjasama dengan pihak sekolah.

Ajuan nama-nama calon penerima beasiswa mentari yang masuk Lazis PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 35 orang. Setelah seleksi selama empat bulan, keluarlah 24 nama.

“Kami juga mengajak kepada pihak manapun untuk dapat bersinergi dalam program berinfak seribu sehari. Kami akan menjemput dana yang terhimpun setiap sebulan sekali,” tandas Abdurrazak.

  • Bagikan