KANAL  

Human Capital Dalam Pembangunan Indonesia

Oleh Dr. Maulana Janah
Dosen Sosiologi Fakultas Dakwah IAIC Cipasung

Dunia sedang memasuki revolusi industri 4.0. Daya saing pada masa teknologi 4.0 merupakan persaingan tentang sumber daya manusia. Pada saat ini, perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terintegrasi secara intensif dan ekstensif pada perekonomian dunia.

Oleh karena itu, pembangunan kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam menyiapkan keunggulan sebuah negara. Tanpa keunggulan sumber daya manusia suatu negara akan mengalami kemunduran dan akibatnya tidak bisa bersaing dalam peragaulan dunia.

Indeks modal manusia dapat dilihat dalam tiga hal, yaitu pendidikan, kesehatan, dan penghasilan. Indeks pendidikan dapat diukur dari sejauhmana rata-rata lama sekolah yang dimiliki oleh seorang manusia. Termasuk juga sejauhmana tingkat kesehatannya, dengan membandingkan rata-rata harapan hidup seseorang.

Modal lain yang tak kalah pentingya adalah persoalan penghasilan, seberapa besar pendapatan harian dari seorang manusia.

Bedasarkan data, indeks modal manusia Indonesia pada tahun 2020 mengalami kenaikan, tetapi ditingkat Asia Tenggara Indonesia masih jauh tertinggal dibanding dengan negara tetangga misalnya Singapura.

Laporan dari bank Dunia pada tahun 2020, Indonesia masih di bawah Philifina, Malaysia, dan Thailand. Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index) Indonesia berada pada peringkat 87 dari 174 negara. Nilai HCI Indonesia adalah 0,54 tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara.

Laporan tersebut di atas, didasarkan pada sejumlah indikator diantaranya adalah indeks harapan hidup sampai usia lima tahun. Lalu lama sekolah atau tahun sekolah yang diharapkan, balita tidak stanting dan tingkat kelangsungan hidup dewasa.

Data-data menunjukan negara-negara yang memiliki sumber daya manusia unggul ternyata mampu melakukan berbagai terobosan pembangunan dalam berbagai dimensi seiring dengan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemajuan Vietnam

Jika ditelaah lebih mendalam terkait keunggulan sumber daya manusia yang ada di negara-negara Asia tenggara, ternyata Singapura merupakan satu negara yang sangat unggul dibidang sumber daya manusia dengan indeks 0,88 sampai dengan 0,90.

Keunngulan ini sebanding dengan kesejahteraan yang ada di negara tersebut. Dan biasanya negara yang unggul sumber daya manusianya akan mampu mengolah berbagai sumber daya yang ada yang dimanfaatan untuk pembangunan.

Selanjutnya berbeda dengan Singapura, Vietnam merupakan negara yang cukup pesat dalam membenahi keunggulan sumber daya manusia. Vietnam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.

Indeks pelatihan kejuruan pada tahun 2019 telah naik 13 tingkat dalam pemeringkatan. Karena itu, Vietnam menjadi salah satu negara yang memiliki indeks peningkatan kualitas pelatihan kejuruan yang sangat baik.

Vietnam terus meninjau mekanisme dan kebijakan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan sedang mengusahakan sumber daya besar untuk melakukan investasi di bidang ini.

Negara Vietnam mampu memenuhi standar-standar tentang kualitas kerja dalam Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) generasi baru. Negara ini bisa menanganinya dengan baik terkait masalah permintaan-penawaran sumber daya manusia antara sekolah dan pasar, dan meningkatkan kualitas pendidikan untuk memenuhi perubahan jaman.

Hal ini sejalan dengan data Bank Dunia tentang Indeks Modal manusia Negara Vietnam berada pada kisaran angka 0,68.

Selanjutnya, dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, sumber daya manusia Indonesia mengalami ketertinggalan. Indonesia tertinggal 20 tahun dari Malaysia dan 30 tahun dari Singapura.

Pada 20-30 tahun lalu, kedua negara tersebut telah berhasil membuat seluruh warganya bersekolah, minimal sampai pendidikan menengah (SMP). Kondisi Indonesia sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengeyam pendidikan dasar 9 tahun, bahkan masih banyak yang tidak tamat sekolah dasar.

Kualifikasi Manusia Unggul

Terkait ini, figur sumber daya manusia Indonesia pada abad ke-21 harus memenuhi standar kualifikasi yang memadai. Kualifikasi ini sebagai modal bagi pembangunan masyarakat Indonesia di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Kualifikasi manusia unggul yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia harus berawal dari pembangunan wawasan pengetahuan (knowledge), keterampilan, dan sikap atau perilaku (attitude) yang relevan dengan perkembangan dan tuntutan kemajuan jaman.

Wawasan pengetahuan dan perilaku manusia Indonesia harus mencerminkan sikap mental disiplin dan tanggung jawab yang tinggi.

Selanjutnya, persoalan kemampuan dan skil yang harus diperkuat dengan membuat sistem pendidikan yang mengarah kepada penguatan keahlian manusia Indonesia.

Dalam konteks ini, manusia Indonesia harus memiliki jiwa dan hasrat yang kuat untuk berprestasi, produktif, dan bersikap profesional.

Kualifikasi yang telah disebutkan di atas harus berorientasi pada pembangunan kemampuan sumber daya manusia yang bermutu. Sebab, era persaingan global mengarah pada proses pencapain suatu target.

Tujuan suatu target tercermin dari budaya kerja yang terpola dan terintegrasi yang mengakibatkan pada efektifitas dan efisiensi kinerja.

Akhirnya, inti dari semua persoalan di atas, tercermin pada pola pikir dan budaya kerja sumber daya manusia Indonesia. Dan sepenuhnya harus mendukung suatu pekerjaan yang efisien, efektif, produktif, dan profesional.

Kemampuan sumber daya manusia Indonesia harus memiliki pola pikir yang melahirkan kemampuan kinerja terbaik, dan berorientasi pada hasil. Selama ini kualitas sumber manusia Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Spesialisasi manusia Indonesia harus dibuktikan dengan kemampuannya dalam merumuskan dan menyelesaikan problem kemanusiaan saat ini. ***