Connect with us

GAYA

IJTI Sangkuriang Kerahkan 1.000 Massa, Pungut Sampah

|

KAPOL.ID – Sampah menjadi persoalan krusial di sejumlah daerah, termasuk di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sebagai kawasan wisata nasional, Lembang kerap dicemari sampah liar yang diduga dibuang para wisatawan yang berkunjung ke objek-objek wisata Lembang.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sangkuriang, Edwan Hadnansyah mengatakan, permasalahan sampah di kawasan wisata Lembang saat ini telah menjadi sorotan berbagai pihak mulai dari Instansi Pemerintahan, aktivis lingkungan, kelompok masyarakat yang sadar akan berbagai dampak negatif sampah, hingga para jurnalis di KBB dan Cimahi.

“Bahkan sampah juga bisa menjadi salah satu pemicu bencana makanya, jangan disepelekan,” kata Edwan ditemui di Sekretariat IJTI Sangkuriang, Kota Cimahi, Jumat (7/2).

Menurut dia, dalam penanganan masalah sampah, perlu adanya tindakan nyata yang menginspirasi dan bisa menggerakkan masyarakat untuk berbuat sesuatu yang baik bagi lingkungannya.

“Kalau masyarakat sudah tergerak tentunya lingkungannya juga bersih, nyaman, aman, dan juga sehat karena terbebas dari sampah sehingga wisatawan yang datang ke Lembang pun malu kalau buang sampah sembarangan di lembang,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, IJTI Sangkuriang yang merupakan rumah dari berbagai jurnalis televisi lokal dan nasional di KBB serta Kota Cimahi, akan menggelar bakti sosial Gerakan Pungut Sampah (GPS) di kawasan Lembang pada Minggu (9/2) besok mulai pukul 06.00 WIB sampai selesai.

“Kita sudah siapkan tema kegiatan ini, Bakti Seribu Tangan Masyarakat Bersama IJTI Sangkuriang Untuk Lingkungan, karena kita melibatkan seribu masyarakat disana,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana GPS dari IJTI Sangkuriang, Jimmy Martino memaparkan, bakti sosial yang digelar di Alun-alun Lembang dan sekitarnya ini, akan melibatkan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, Kapolres Cimahi, AKBP Yoris M Yusuf Marzuki, Dandim 0609, Letkol Arh Teguh, Dansektor 22 Satgas Citarum Harum, Kol Inf Asep Rahman Taufik, serta 1.000 massa dari berbagai unsur, para pengelola dan pelaku wisata di kawasan Lembang dan sekitarnya.

“Selain GPS, akan digelar pula liwetan bareng warga Lembang, berbagai door prize menarik, serta acara lainnya yang diharapkan menjadi ajang silaturahmi, pengerat persaudaraan, serta pembangun kesadaran masyarakat secara kolektif untuk lebih peduli terhadap sampah dan lingkungan,” jelasnya.

Dijelaskan Jimmy, kegiatan bakti sosial di Kawasan Lembang dikarenakan Lembang memiliki berbagai wana wisata nasional yang mendunia. Akan tetapi, tidak sedikit wisatawan yang datang ke Lembang sadar akan kebersihan lingkungan sehingga, banyak pengunjung membuang sampah tidak pada tempatnya dan mengakibatkan banyaknya sampah liar diberbagai titik bahkan di ruas jalan.

“Kita mulai aksi ini dari Lembang dulu karena kasihan masyarakat dan pengelola wisatanya kena imbas wisatawan yang buang sampah sembarangan. Apalagi Lembang ini masuk zona KBU yang harus sama-sama kita jaga alam dan lingkungannya,” ujarnya. ***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *