KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Video pengendara motor yang nyaris tersenggol Kereta Api (KA) Feeder di petak jalan Padalarang-Cimahi sempat bikin heboh media sosial. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung pun membenarkan peristiwa mendebarkan tersebut.
Insiden itu terjadi di perlintasan sebidang teregistrasi JPL 146, tepatnya di KM 142 + 696. Selama ini, lokasi perlintasan tersebut memang cuma dijaga secara swadaya oleh warga sekitar.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, sangat menyayangkan kecerobohan pengamanan di lapangan yang membuat pengguna jalan nekat menerobos.
“Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan itu prioritas utama,” tegas Kuswardojo.
Ia menjelaskan, detik-deti mencekam itu berawal saat penjaga perlintasan swadaya keburu membuka palang pintu sementara. Padahal di saat yang hampir bersamaan, KA Feeder meluncur kencang.
”Akibatnya sejumlah pengendara nekat melintas dan nyaris ditemper kereta,” bebernya.
Merespons kejadian yang membahayakan nyawa ini, pihak Daop 2 Bandung menegaskan bahwa titik JPL 146 memang masuk daftar prioritas penanganan keselamatan.
“Saat ini di lokasi sedang dibangun gardu penjaga dan palang pintu resmi yang merupakan program pemerintah. Ke depan pengamanan bakal lebih ketat,” lanjut Kuswardojo.
Tak cuma itu, KAI Daop 2 Bandung juga mengusulkan langkah jangka panjang agar lokasi tersebut diubah menjadi perlintasan tidak sebidang (flyover atau underpass) demi menjamin keamanan perjalanan kereta.
Kuswardojo mengingatkan, urusan keselamatan di perlintasan kereta adalah tanggung jawab bersama. Pengendara jalan diimbau tak sekadar bergantung pada palang pintu atau petugas di lapangan.
“Kami ingatkan lagi, sebelum melintas wajib berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, pastikan aman, baru jalan. Mari kita budayakan slogan BERTEMAN (Berhenti, tengok kanan-kiri, pastikan aman, lalu melanjutkan perjalanan),” pungkasnya.(AM)












