Inovasi Pengolahan Sampah Organik di Kampoeng Takakura

  • Bagikan
Seorang warga pengolah sampah di Kampoen Takakura, Bandung. (Foto: kapol.id/Indri Gita Pertiwi)

KAPOL.ID–Berlokasi di Jalan Olahraga Kelurahan Sukamiskin Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung; Kampoeng Takakura merupakan tempat pengolahan sampah. Berbeda dengan tempat pengolahan lain, Kampoeng Takakura menjadikan sampah sebagai peluang baru dalam berinovasi.

Di sini ada delapan metode pengolahan sampah rumah tangga: biopori, drum komposter, biodigester, bata terawang, keranjang takakura, kobang komposter, loseda atau lodong sesa dapur dan budidaya maggot sebagai serangga pengurai sampah organik.

Nama Takakura sendiri berasal dari nama Koji Takakura, peneliti asal Jepang yang mengembangkan penelitian di bidang pengolahan sampah plastik. Berangkat dari ilmu yang dibagikan oleh Takakura, warga setempat pun saling bekerja sama untuk membantu mengolah limbah sampah rumah tangga di lingkungannya.

Dimulai dari mendisiplinkan warganya agar dapat memilih sampah rumah tangga dari yang organik dan non-organik, hingga mengolah sampah-sampah organik yang terkumpul menjadi pupuk bagi tanaman bahkan sumber tenaga kompor gas untuk memasak.

“Sebagai rasa terima kasih pada Allah SWT dan kalau tidak sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita yang peduli pada lingkungan, mau siapa lagi?” ungkap Dyah, salah satu pengurus Kampoeng Takakura.

Dyah menegaskan bahwa kegiatan pengolahan ini juga paling tidak merupakan suatu langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat, agar sampah yang menumpuk tidak akan menjadi ancaman ke depannya.

“Kita mulai dengan mengolah sampah rumah tangga, agar tempat pembuangan sampah terakhir tidak terlalu membludak karena tumpukan sampah. Mari kita awali dari sampah rumah, tetangga dan orang sekitar. Ayo bersama-sama kita mengolah sampah,” ajaknya.

  • Bagikan