PENDIDIKAN

SPMB 2026 Kota Bandung SPMB 2026 , Orang Tua Diingatkan Cek Aturan Baru dan Titik Koordinat

×

SPMB 2026 Kota Bandung SPMB 2026 , Orang Tua Diingatkan Cek Aturan Baru dan Titik Koordinat

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan (Disdik) resmi menabuh genderang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.

Sejumlah penyesuaian aturan dan mekanisme anyar pun diterapkan demi mengejar proses penerimaan yang lebih transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan.

​Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto mewanti-wanti agar para orang tua murid tidak abai terhadap regulasi ini. Menurutnya, ada lima tahapan krusial yang wajib dipahami betul sejak dini, mulai dari pendataan, pendaftaran, seleksi, pengumuman, hingga proses daftar ulang.

​“Orang tua harus paham betul setiap prosesnya, jangan sampai keliru saat melakukan pendaftaran nanti,” ujar Edy Suparjoto saat menjadi narasumber dalam talkshow sosialisasi SPMB Kota Bandung di Radio Sonata yang berkolaborasi dengan PR FM, Selasa (19/5/2026) kemarin.

​Edy memaparkan, tahapan awal dimulai dari pematangan regulasi dari tingkat pusat hingga panduan teknis di lapangan. Tak kalah penting, Disdik juga terus menggenjot keandalan sistem aplikasi SPMB, termasuk urusan kapasitas server agar tidak “down” saat diakses masal.

​“Server kami terus di-upgrade karena dalam satu waktu bisa diakses puluhan ribu pengguna secara bersamaan. Kami juga menggandeng pihak PLN untuk memastikan pasokan listrik aman dan sistem tetap stabil selama proses berjalan,” katanya.

​Mengenai porsi kuota penerimaan, tahun ini Disdik Kota Bandung masih mempertahankan skema lama yang dibagi menjadi empat jalur untuk jenjang SMP, dan tiga jalur untuk jenjang SD.

​Untuk tingkat SMP, rincian kuotanya meliputi:

​Jalur Domisili: 40 persen
​Jalur Afirmasi: 30 persen
​Jalur Prestasi: 25 persen
​Jalur Perpindahan Tugas (Mutasi): 5 persen
​Sementara untuk tingkat SD, porsi terbesar ada pada Jalur Domisili sebesar 80 persen, disusul Jalur Afirmasi 15 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.

​Meski persentase kuota global tidak berubah, masyarakat harus mencatat adanya pergeseran mekanisme yang cukup signifikan di jalur prestasi.

​Tim Penyusun Kebijakan SPMB Disdik Kota Bandung, Mia Tresnawulan mengungkapkan, tahun ini jalur prestasi resmi menanggalkan Tes Terstandar Daerah (TTD).

​“Sebagai gantinya, pemerintah pusat mulai menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa,” tutur Mia.

​Nantinya, lanjut Mia, nilai TKA tersebut akan diakumulasikan ke dalam komponen jalur prestasi nilai rapor. Dengan begitu, jalur prestasi kali ini murni hanya terdiri dari prestasi nilai rapor serta prestasi penghargaan atau perlombaan.

​Komposisinya pun ikut berubah. Jika tahun lalu kuota nilai rapor hanya dijatah 7,5 persen, kali ini melesat naik menjadi 15 persen. Sedangkan untuk prestasi perlombaan atau penghargaan dipatok di angka 10 persen.

​Titik Koordinat Rumah dan Skema Dua Tahap
​Selain urusan jalur prestasi, Disdik juga menaruh perhatian serius pada ketepatan titik koordinat rumah calon siswa untuk jalur domisili. Pasalnya, sistem penarikan jarak menggunakan garis lurus horizontal antara rumah dan sekolah, bukan jarak tempuh kendaraan.

​“Dalam satu kompleks perumahan saja titik koordinatnya bisa berbeda. Ini yang harus diperhatikan betul oleh orang tua, jangan dianggap sepele,” tegas Edy.

Saat ini, tahapan pendataan sendiri sudah mulai berjalan dengan agenda unggah dokumen persyaratan umum oleh orang tua siswa.

​Guna mengantisipasi kendala di lapangan, Disdik berkolaborasi dengan Disdukcapil dan Dinas Sosial menyiapkan layanan help desk terpadu. Masyarakat yang mengeluhkan persoalan data kependudukan atau administrasi lainnya dipersilakan datang langsung ke posko tersebut.

​Menariknya, pendaftaran SPMB tahun ajaran ini sengaja dipecah menjadi dua tahap. Tahap pertama dibuka khusus untuk jalur prestasi dan afirmasi. Sementara tahap kedua menyusul untuk jalur domisili dan mutasi.

​Strategi ini sengaja diambil agar memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi para siswa yang gugur di fase awal.

​“Kalau misal di tahap pertama jalur prestasi tidak lolos, mereka masih punya kesempatan kedua untuk mencoba di jalur domisili pada tahap berikutnya,” tambah Edy.

​Disdik Kota Bandung juga meminta masyarakat untuk ikut mengawal jalannya SPMB 2026. Jika menemukan ada indikasi kecurangan atau pelanggaran, warga diimbau tidak segan-segan melapor melalui kanal pengaduan resmi di website Disdik. (Jm)