KANAL

IPM Jawa Barat 2026 Tembus 76,62, BPS Sebut Tak Ada Lagi Daerah Berstatus Sedang dan Rendah

×

IPM Jawa Barat 2026 Tembus 76,62, BPS Sebut Tak Ada Lagi Daerah Berstatus Sedang dan Rendah

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Kualitas dan tingkat pembangunan manusia di Jawa Barat terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar tahun 2026 berhasil menyentuh angka 76,62.

​Capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,72 poin jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di angka 75,90.

​Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengungkapkan, kenaikan IPM pada 2026 ini didukung penuh oleh seluruh dimensi penyusunnya yang kompak mengalami perbaikan dibanding tahun 2025.

​”Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir pada 2026 mencapai 75,80 tahun, meningkat 0,27 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Selama periode 2022-2026, UHH telah meningkat sebesar 1,15 tahun, dengan rata-rata kenaikan 0,29 tahun per tahunnya,” kata Margaretha saat menggelar Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jabar, Kamis (5/11/2026).

​Pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun ke atas tercatat mencapai 13,03 tahun, naik 0,01 tahun dibanding 2025. Dalam kurun waktu 2022–2026, HLS Jabar secara keseluruhan bertambah 0,41 tahun (rata-rata naik 0,10 tahun per tahun).

​Sementara untuk Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas kini mencapai 9,25 tahun, bertambah 0,11 tahun dibandingkan tahun lalu. Selama 2022–2026, RLS di Jabar tumbuh sebesar 0,47 tahun dengan rata-rata kenaikan 0,12 tahun per tahun.

​Dari sisi ekonomi, daya beli masyarakat juga terangkat. Pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) warga Jabar pada 2026 tembus Rp 13.002.000, alias melonjak sebesar Rp 555.000 dari tahun sebelumnya.

Sepanjang 2022–2026, angka pengeluaran ini sudah melesat hingga Rp 1.725.000.
​Cianjur dan Kota Bogor Naik Kelas
​Menariknya, peningkatan IPM tahun ini turut mengubah peta status pembangunan manusia di dua daerah di Jawa Barat, yakni Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.

​Kabupaten Cianjur berhasil lepas dari status “sedang” dan naik kelas ke status “tinggi” setelah mengantongi IPM sebesar 70,64. Sedangkan Kota Bogor sukses melejit dari status “tinggi” menjadi “sangat tinggi” dengan torehan IPM sebesar 80,44.

​Dengan melesatnya Kota Bogor, kini ada lima kota di Jabar yang menyandang status pembangunan manusia “sangat tinggi” (IPM ≥ 80), yaitu Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, dan Kota Bogor.

​Adapun daerah dengan status “tinggi” (70 ≤ IPM < 80) kini berjumlah 22 kabupaten/kota.

​”Sudah tidak ada lagi kabupaten/kota di Jawa Barat yang berstatus pembangunan manusia ‘sedang’ maupun ‘rendah’,” tegas Margaretha. (AM)