BIROKRASI

Jalan di Perbatasan Tasikmalaya tak Memprihatinkan Lagi

×

Jalan di Perbatasan Tasikmalaya tak Memprihatinkan Lagi

Sebarkan artikel ini
Perbatasan Tasikmalaya
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya meresmikan jalan di Perbatasan Tasikmalaya. Kini kondisinya sudah sangat mulus. (Foto: Istimewa)

KAPOL.ID — Stigma jalan rusak dan tertinggal di wilayah perbatasan perlahan terhapus di Kabupaten Tasikmalaya. Wajah infrastrukturnya kini tak lagi memprihatinkan.

Jalan mulus di saerah perbatasan ini buah dari komitmen Pemkab Tasikmalaya, yang telah merampungkan perbaikan dua ruas jalan vital penghubung antar kabupaten. Antara lain ruas jalan Cineam–Rajadatu dan Jalan Cineam–Citalahab.

Kedua ruas jalan tadi merupakan urat nadi penghubung Kecamatan Cineam dengan tapal batas Kabupaten Ciamis. Perbaikan kedua ruas jalan ini menggunakan skema pinjaman daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Pemkab Tasikmalaya sendiri menggunakan dana pinjaman untuk pembangunan 32 ruas jalan. Tersebar di seluruh Kabupaten Tasikmalaya.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengemukakan bahwa pihaknya tidak mau membangun berpusat di Singaparna. Justru kini memprioritaskan konektivitas warga di perbatasan, yang sejauh ini boleh jadi terlupakan.

“Pembangunan jalan bukan semata mengejar angka kilometer, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Daerah perbatasan ini bertahun-tahun menjadi potret kontras ketimpangan infrastruktur,” terang Cecep, Rabu (7/10/2026).

Atas ketimpangan yang terjadi, Desa Citalahab seringkali menjadi ejekan warga lain. Namun kini, Cecep yakin tidak akan terjadi lagi. Sebab jalannya sudah mulus.

“Saya berharap perbaikan jalan ini dapat menghapus rasa minder warga perbatasan sekaligus membuka isolasi wilayah. Jadi konektivitas masyarakat semakin lancar,” harap Cecep.

Adapun dari segi anggaran, pembangunan kedua ruas jalan di wilayah perbatasan itu menelan anggaran sebesar Rp8,2 Miliar. Ruas jalan Cineam–Rajadatu menyerap anggaran sekitar Rp3,83 miliar. Sisanya untuk ruas jalan Cineam–Citalahab, sebesar Rp4,41 Miliar. Selesai dalam waktu 120 hari kalender.

Dengan mulusnya akses perbatasan, Pemkab Tasikmalaya menargetkan efek domino bagi perekonomian. Sebaran hasil pertanian dari Cineam yang terkenal sebagai sentra, aktivitas perdagangan antar kabupaten, hingga akses anak sekolah dan layanan kesehatan kini bisa ditempuh lebih cepat tanpa harus khawatir jalan berlumpur.

“Pemerintah tidak akan memusatkan pembangunan di pusat pemerintahan saja. Wilayah pinggiran harus menjadi pintu pertumbuhan ekonomi baru,” pungkas Cecep.