KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Urusan sampah rupanya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) berat yang belum juga tuntas di Kota Bandung. Masalah klasik ini seolah menjadi tantangan abadi yang menuntut penyelesaian cepat dan konkret.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menegaskan, urusan penanganan sampah ini urusan bersama. Sektor ini bukan melulu menjadi beban pundak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melainkan butuh keroyokan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kesadaran masyarakat itu sendiri.
Iskandar mengaku miris, lantaran hingga detik ini mentalitas sebagian warga masih belum berubah. Praktik buang sampah langsung ke aliran sungai masih saja jamak ditemukan di lapangan. Imbasnya jelas, lingkungan menjadi kumuh dan ancaman banjir cileuncang siap mengintai kapan saja.
”Persoalan yang belum selesai sampai hari ini adalah masalah sampah. Di sejumlah lokasi, kenyataannya masih ada masyarakat yang membuang sampah langsung ke sungai. Ini yang harus kita hantam terus lewat edukasi agar masyarakat tidak sembarangan,” tegas Iskandar saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2026) pagi
Bagi Iskandar, urusan menyadarkan masyarakat harus berjalan beriringan dengan ketegasan pemerintah di lapangan. Aturan jangan sampai mandul. Seluruh perangkat daerah diminta mengambil peran aktif, bergerak sesuai tuposinya masing-masing demi mempercepat Bandung bersih sampah.
”Ketegasan pemerintah itu sangat penting. Seperti yang sering disampaikan Pak Wali Kota, kebersihan kota adalah tanggung jawab kita bersama. Seluruh OPD harus bahu-membahu, jangan jalan sendiri-sendiri,” sentilnya.
Skema keroyokan yang dimaksud Iskandar di antaranya; DLH kudu terus putar otak memperkuat sistem pengelolaan dan pengolahan sampah di hulu dan hilir. Sementara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) diminta ngegas melakukan edukasi massal lewat berbagai kanal media agar kesadaran warga tumbuh
Tak hanya menyasar masyarakat, Sekda juga menodong seluruh instansi di internal pemerintahan untuk memberikan contoh nyata. Jangan sampai mengimbau warga untuk bersih, sementara halaman sendiri berantakan. Kantor-kantor milik Pemkot Bandung kudu jadi cerminan budaya bersih yang menginspirasi.
”Kita harus hadir sebagai problem solver (pemberi solusi), bukan bagian dari masalah. Jadikan gedung-gedung pemerintah sebagai contoh kebersihan bagi masyarakat,” ungkap Iskandar.
Di penghujung arahannya, Iskandar juga mewanti-wanti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung untuk terus melahirkan inovasi dan mendongkrak kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, kehadiran negara di tengah masyarakat harus benar-benar terasa manfaatnya, terutama dalam menyelesaikan persoalan yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak. ***












