KKN Tematik Uniga Mengusung Literasi Lingkungan Berbasis Komunikasi

  • Bagikan
Peserta KKN-Tematik Universitas Garut Desa Sukatani, Cilawu Kabupaten Garut, Rabu (15/9/2021).

KAPOL.ID – Peserta KKN-Tematik Universitas Garut Desa Sukatani, Cilawu Kabupaten Garut menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang Sosialisasi Literasi Lingkungan Alam Berbasis Komunikasi, Rabu (15/9/2021).

Sebagai wujud Tridharma Perguruan Tinggi, peserta KKN-Tematik Universitas Garut (Fakultas Komunikasi dan Informasi, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi) yang berada di lokasi Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut menyelenggarakan sosialisasi tentang Literasi Lingkungan Alam Berbasis Komunikasi.

Bertindak sebagai narasumber pada acara tersebut adalah Dr. Zikri Fachrul Nurhadi, M.Si, yang dipandu oleh Shandi Nugraha, pungkas ketua Panitia pelaksana.

Jumlah peserta ada 30 orang, karena dilakukan pembatasan untuk menghindari kerumunan. Acara sosialisasi pengabdian kepada masyarakat yang di gelar di Desa Sukatani Kecamatan Cilawu Garut tepatnya di Perkebunan Dayeuh Manggung, yang dihadiri oleh para ketua RW, RT, Tokoh Masyarakat mahasiswa serta sesepuh budaya di desa setempat.

“Situasi pandemi Covid-19 menjadi momen di mana manusia untuk senantiasa mampu beradaptasi dengan keadaan, seperti halnya kemampuan adaptasi dengan lingkungan,” kata Dr. Zikri Fachrul Nurhadi. Menurutnya literasi sangatlah penting untuk disosialisasikan, dalam hal ini Literasi Lingkungan.

Dalam perspektif ilmu komunikasi literasi lingkungan mengandung makna bahwa sebagai mahkluk sosial hidup bukan hanya dengan manusia saja, tetapi perlunya komunikasi yang dilakukan dengan non-human communication salah satu diantaranya dengan lingkungan alam sekitar, seperti di Desa Sukatani Cilawu Garut memiliki potensi yang sangat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat lokal, salah satunya perkebunan Teh Jeruk dan Alpukat dalam ratusan hektar.

Komunikasi lingkungan menurut Robert Cox dalam bukunya Environmental Communication and the Public Sphere, merupakan sarana pragmatis dan konstitutif untuk memberikan pemahaman mengenai lingkungan kepada masyarakat, seperti halnya hubungan kita dengan alam semesta. Literasi dan komunikasi lingkungan dapat kita gunakan untuk membangun kesepahaman mengenai permasalahan lingkungan (Cox, 2010:20).

Literasi dan komunikasi menjadi hal yang penting untuk memunculkan isu-isu maupun solusi/inovasi yang ditawarkan agar dapat muncul ke permukaan sehingga diketahui oleh masyarakat.

Sehingga peran komunikasi lingkungan dapat menyampaikan kepada masyarakat berbagai regulasi yang dibuat Pemerintah tentang lingkungan.

Dapat di contohkan, salah satu peraturan yang dibuat Pemerintah yaitu, PP No. 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Edukasi tentang PP tersebut perlu dilakukan oleh ahli komunikasi lingkungan maupun aktivis lingkungan, disini perlu adanya literasi.

Menurut Dr. Zikri Fachrul Nurhadi, cara paling efektif untuk dapat merubah perilaku masyarakat yaitu melalui pendidikan dengan peningkatan literasi dan komunikasi lingkungan.

Literasi dan komunikasi lingkungan adalah modal dasar terbangunya masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan. Intinya adalah peran komunikasi untuk menyadarkan khalayak (orang) untuk menjaga lingkungan melalui berbagai saluran komunikasi, serta perlu komunikasi efektif agar pesan dalam kampanye sadar lingkungan dapat tersampaikan ke khalayak.

Untuk itu, dalam perkembangannya, ilmu komunikasi melahirkan cabang ilmu komunikasi lingkungan.  Misalnya, dalam kampanye bertajuk “save global warming”. Mengenal, melestarikan, menjaga dan bersahabat dengan lingkungan bagian dari proses penciptaan komunikasi, begitupun lingkungan akan bersahabat dengan manusia, jika saling menjaga.

  • Bagikan