KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) –
Semangat optimisme dan kebersamaan mewarnai pelepasan kontingen Kota Bandung yang akan berlaga pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Jawa Barat 2026.
Sebanyak 28 bidang lomba akan diikuti para siswa terbaik Kota Bandung pada kompetisi yang berlangsung di Kabupaten Purwakarta dan Karawang, 10-11 Juni 2026.
Pelepasan kontingen digelar di SMKN 5 Bandung, Senin (8/6/2026), dipimpin Ketua Musyawarah Kerja Kepala SMK (MKKS) Kota Bandung, Rony Harimurti.
Menurut Rony, kegiatan pelepasan bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membangun motivasi dan memperkuat rasa kebersamaan seluruh peserta sebelum bertanding membawa nama baik Kota Bandung di tingkat provinsi.
“Mudah-mudahan dengan pelepasan ini muncul semangat kebersamaan. Dengan kebersamaan, anak-anak memiliki motivasi dan kepercayaan diri saat mengikuti lomba,” ujar Rony.
Ia menegaskan, Kota Bandung kembali menargetkan predikat juara umum sebagaimana yang berhasil diraih pada tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, target tersebut tidak boleh menjadi beban bagi peserta.
“Target kami tentu bisa kembali menjadi juara umum. Tapi yang lebih penting peserta tetap fokus, kompak, dan menikmati proses kompetisi,” katanya.
Rony mengingatkan para peserta untuk menjaga kekompakan selama berada di lokasi lomba. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan selama pelaksanaan LKS.
Selain itu, ia juga berpesan agar peserta menjaga kesehatan, fokus terhadap tugas yang diberikan, dan tidak terbebani tekanan kompetisi
“Jaga kesehatan, tetap fokus, dan jangan terlalu terbebani. Saat lomba harus tampil lepas sehingga seluruh pekerjaan yang menjadi penilaian bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kontingen LKS SMK Kota Bandung, Eddy Mustofa, mengatakan pelaksanaan lomba tahun ini terbagi di dua wilayah. Bidang teknologi informasi dipusatkan di Purwakarta, sedangkan sejumlah bidang teknik berlangsung di Karawang.
Karena lokasi perlombaan tersebar dan sebagian berjarak cukup jauh, kontingen Kota Bandung dijadwalkan berangkat lebih awal agar peserta dan pembimbing memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum bertanding.
“Kami ingin memastikan kondisi stamina peserta tetap prima sehingga mereka bisa tampil maksimal saat lomba berlangsung,” kata Eddy.
Ia menjelaskan seluruh kebutuhan akomodasi selama kegiatan telah disiapkan panitia, mulai dari penginapan hingga konsumsi peserta.
Pada LKS tahun ini, Kota Bandung mengirimkan peserta pada 28 mata lomba dengan pendampingan satu pembimbing untuk setiap peserta.
Menurut Eddy, pelepasan kontingen menjadi bentuk dukungan moral agar seluruh peserta dan pembimbing tetap solid dalam mengemban amanah sebagai wakil Kota Bandung.
“Mereka membawa nama Kota Bandung. Karena itu semangat kebersamaan dan kekompakan harus terus dijaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi SMKN 5 Bandung yang mengirimkan dua wakil pada mata lomba Digital Construction dan Bricklaying.
Bahkan untuk cabang Bricklaying, SMKN 5 Bandung telah lebih dulu memastikan tiket menuju tingkat nasional setelah berhasil mengalahkan perwakilan SMK 3 Kuningan pada seleksi mandiri tingkat Jawa Barat.
“Alhamdulillah sudah lolos ke tingkat nasional,” katanya.
Eddy berharap keberhasilan tersebut menjadi momentum kebangkitan prestasi SMKN 5 Bandung sekaligus memotivasi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat untuk terus mendukung pengembangan pendidikan vokasi.
“Saya tidak ingin terus melihat masa lalu. Mari bersama-sama bekerja dan membuktikan bahwa SMKN 5 Bandung hari ini adalah sekolah yang istimewa dan mampu berprestasi,” ucapnya.
Pembina mata lomba Bricklaying SMKN 5 Bandung, Tatang Supriatna, menjelaskan persiapan peserta telah dilakukan sejak April 2026 melalui proses seleksi dan latihan intensif berdasarkan soal-soal kompetisi tahun sebelumnya hingga kisi-kisi terbaru.
“Kami terus mematangkan kemampuan peserta melalui latihan yang terukur dan simulasi soal kompetisi,” katanya.
Menurut Tatang, tantangan terbesar yang dihadapi peserta saat ini bukan lagi kemampuan teknis, melainkan pengelolaan waktu saat perlombaan berlangsung.
“Secara kemampuan masih aman. Yang terus kami asah adalah manajemen waktu agar seluruh pekerjaan bisa selesai sesuai target,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bricklaying bukan sekadar keterampilan memasang batu bata, melainkan kompetisi yang menuntut ketelitian, ketepatan ukuran, estetika, hingga detail konstruksi.
“Jadi bukan hanya memasang bata biasa. Ada unsur bentuk, ukuran, kemiringan, kedalaman, dan nilai estetika yang menjadi bagian dari penilaian,” jelasnya.
Tahun ini, peserta yang mewakili SMKN 5 Bandung pada cabang Bricklaying adalah Febryan Saputra dari Program Keahlian Teknik Konstruksi Perumahan.
Tatang berharap wakil Kota Bandung tersebut mampu menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
“Mudah-mudahan tahun ini kami bisa menembus tiga besar LKS SMK Nasional,” pungkasnya. (JM)






