Kodim Sumedang Sosialisasikan Program KB

TANJUNGSARI, (KAPOL).- Kodim 0610 Sumedang bersama BKKBN melakukan penyuluhan dan sosialisasi program KB ke Koramil 1004 /Tanjungsari dan Puskesmas Tanjungsari, Kamis 7 November 2019.

Kegiatan tersebut dalam rangka penilaian Bakti TNI KB Kesehatan Tahun 2019.

BKKBN Perwakilan Jabar melalui Kabid Administrasi dan Informasi, Suseno mengatakan jika kegiatan itu dalam rangka memberikan wawasan dan penyuluhan terkait pentingnya pasangan suami istri dalam program KB.

Seseorang menjadi peserta KB, kata dia, bukan berarti menahan kelahiran, tetapi mengatur kelahiran anak untuk menekan angka ledakan penduduk.

“Secara manusiawi misalnya, pasangan suami istri yang usianya 16 tahun, punya anak satu. Karena hormonnya tinggi, bisa saja dalam tiga sampai enam bulan bisa hamil lagi. Kasian juga harus mengurus anak masih kecil, harus hamil lagi,” katanya.

Artinya, lanjut dia, program KB ini diharapkan mampu mengatur angka kelahiran bayi agar tidak membludak.

Kendati, pada dasarnya, tidak ada larangan pasangan suami istri mau punya anak berapa pun juga.

“Kalau punya anak banyak tak terurus juga lebih baik dua anak terurus dan sesuai tagline KB dua anak cukup,” ujarnya.

Untuk penilaian sendiri, kata dia, dilakukan di lima kabupaten di Jabar yakni Cianjur, Sukabumi, Karawang, Garut dan Sumedang.

“Untuk wilayah Kabupaten Sumedang sendiri, kata dia, dipercayakan ke Koramil 1004/ Tanjungsari. Karena dilihat dari data base PLKB, wilayah Tanjungsari sangat bagus antusias warga yang melakukan kontrasepsi,” tuturnya.

Selain itu, Koramil Tanjungsari membawahi Sukasari, Pamulihan dan Tanjungsari, sehingga cakupannya lebih luas.

Sementara itu Pabandya Bakti Sterdam lll/Siliwangi Mayor Inf Himawan selaku ketua tim penilai mengatakan program bakti TNI KB Kesehatan terpadu ini merupakan program kerjasama Mabes TNI dengan BKKBN.

Kegiatannya dilaksanakan selama enam bulan pada setiap tahunnya mulai dari Mei sampai Oktober rutin dilaksanakan tiap tahun.

“Tema tahun ini untuk mencapai cakupan kesehatan semesta kita tingkatkan akses dan kualitas pelayanan KB kesehatan di seluruh wilayah NKRI,” katanya.

Untuk tahun ini, lanjut dia, lebih prioritas BKKBN kepada kampung KB, termasuk dalam kriteria penilaian juga.

Program Bakti TNI Kesehatan terpadu Kodam lll/Siliwangi ini adalah suatu wahana untuk meningkatkan partisipasi berbagai lapisan masyarakat dan dinas instansi terkait.

Sehingga mampu mendorong pencapaian pelayanan keluarga berencana, ketahanan keluarga, perlindungan terhadap anak, mencegah KDRT, perdagangan orang dan kesehatan berkualitas untuk menunjang visi Jawa Barat Juara.

“Ada pun kegiatan yang dilaksanakan yaitu dilaksanakan perencanangan program bakti TNI kesehatan terpadu kodam lll/siliwangi untuk wilayah Kodim Sumedang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2019 bertepatan dengan pembukaan TMMD,” ucapnya.

Kemudian dilaksanakan penilaian ke 7 kodim dan 7 koramil dilaksanakan dari tanggal 4 sampai 14 november.koramil tanjungsari masuk 7 nominasi seluruh wilayah Jawa Barat.

Rencananya akan diadakan penutupan diwilayah kodim terbaik dan rencananya akan undang bapak gubernur dan ibu untuk menutup.

“Kita lihat jika nilainya memang bagus termasuk ada beberapa aspek lain yg kita nilai dan itu memubgkinkan gak menutup kemungkinanan bisa ditutup di kodim sumedang,” ucapnya.

Untuk mengukur keberhasilan pasangan program Bakti TNI KB kesehatan terpadu ini maka perlu dilaksanakan kegiatan ke kodim dan koramil.

Penilaian ini jami laksanakan mulai dari tingkat korem dan masing-masing korem telah memilih 1 kodim unggulan dan 1 koramil unggulan jadi untuk korem garut kodim smd terutama koramil tjs adalah salah satu nominasi unggulan.

Koramil Tanjungsari merupakan koramil unggulan di wilayah Kodim Sumedang yang dipersiapkan untuk mewakili lomba tingkat kodam lll Siliwangi di wilayah Jabar.

“Kegiatan ini diharapakan sebagai motivator atau pemacu,” ujarnya. (Devi Supriyadi )***

Diskusikan di Facebook