oleh

Koordinasi MDMC–LazisMu di Raksajaya

KAPOL.ID—Tersesat tidak ada dalam pilihan tim asesmen. Meski terus berkomunikasi dengan Aris, tim masih harus bertanya ke warga, hampir di setiap jalan menyabang. Belum lagi jaringan telepon seluler mulai melemah.

“Kita ketemu di Kalapadua,” ujar Aris via salularan telepon, saat tim asesmen memasuki Desa Raksajaya.

Di mana Kalapadua? Tidak satu pun dari anggota tim asesmen yang paham wilayah. Apalagi medan Kecamatan Sodonghilir bukan main. Jalanan berbatu, mengular, serta kiri jurang kanan tebing; menjadi tantangan tersendiri. Jalanan sempit memacu adrenalin sopir hingga berkeringat. Apalagi saat berpapasan dengan mobil lain di jalanan menanjak.

“Kita mampir saja ke rumah Kang Ima,” Irfan menentukan sikap. “Kontak saja Aris, kita minta untuk merapat,” sambungnya.

Imabudi Rahayu adalah orang yang dimaksud. Salah satu Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, yang tinggal di Desa Raksajaya. Rumahnya tidak jauh dari gapura masuk ke desa tersebut.

Di gazebo rumah Imabudi, tim asesmen berkumpul. Beristirahat dan salat. Aris, dengan tiga kawannya, merapat. Dua motor lapangan penuh lumpur, alamat bahwa mereka habis “bertarung” dengan longsoran.

Aris menyerahkan form asesmen yang sudah terisi. Di Dusun Sindanghurip, Desa Cikalong, Gunung Pomporang longsor. Sebanyak 77 orang dewasa dan 21 anak-anak mengungsi. Sebanyak 37 rumah dalam ancaman longsor susulan.

Di Dusun Mekarsari, Desa Sepatnunggal, berdasarkan data yang Aris himpun, ada sebanyak 50 orang dewasa dan 19 orang anak-anak mengungsi. Satu rumah rusak, dan 19 rumah lainnya dalam ancaman longsor susulan.

Masih di desa yang sama, di Dusun Cacaban; ada sebanyak enam orang dewasa dan dua orang anak-anak mengungsi; satu rumah rusak berat; dan dua rumah rusak ringan. Jumlah pengungsi yang sama di Dusun Sepatnunggal, dengan satu rumah rusak berat. Sementara jumlah pengungsi di Dusun Bubuay sebanyak sembilan orang dewasa dan empat orang anak-anak; dua rumah rusak berat dan satu rumah rusak ringan.

“Tapi mobil tidak bisa masuk ke Sepatnunggal. Jalannya tertutup tanah longsoran. Jadi, ketiga dusun ini terisolir. Tapi masih ada titik longsor yang belum kita asesmen,” terang Aris.

Banyak titik dan jangkauan yang luas memaksa tim asesmen membagi personil menjadi dua tim. Empat orang untuk asesmen daerah Cijeruk, Desa Wangunsari, Kecamatan Bantarkalong. Tim ini mengendarai dua sepeda motor.

Sisanya, sebanyak tujuh orang, menuju Sindanghurip, Desa Cikalong. Kemudian ke Legoktangkalak, Dusun Bebedahan; Pakacangan, Dusun Limusnunggal; dan Cimareme, Dusun Limusnungga, Desa Cukang Jayaguna.

[Tunggu Sambungannya]

Komentar