Laga Persikotas Kontra Bina Putra Ricuh

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Aksi suporter Persikotas yang tidak menerima Tim kebanggaanya Persikotas FC tersingkir, mereka melakukan pengejaran terhadap pemain lawan Bina Putra FC Cirebon ke tengah lapangan.

Perilaku liar suporter juga tidak hanya mengejar di lapangan, namun suporter mengejar hingga ke ruang ganti. Hal ini sangat mencoreng Kota Tasikmalaya dalam ajang kompetisi Piala Soeratin U 17 tingkat Jawa Barat.

Persikotas tersingkir setelah bermain imbang di laga terakhir babak penyisihan grup H di Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya, Kamis (10/10/2019) sore pukul 15.30 Wib dan berakhir sekotar pukul 18.00 wib.

Laga Persikotas Tasikmalaya vs Bina Putra Cirebon berakhir ratusan suporter masuk lapangan mengejar pemain Bina Putra Cirebon hingga ke ruang ganti dan berlanjut di luar stadion.

Kemarahan massa tak terkendali dan situasi semakin mencekam hingga Polisi mengeluarkan gas air mata.

Namun penembakan gas air mata ke lokasi Gedung Kesenian Tasikmalaya karena diduga massa hendak merusak pagar gedung disesalkan pengelola gedung.

Pasalnya insiden kemarin sore di pelataran Gd. Kesenian banyak yang menjadi korban. Sebab di dalam Gedung Kesenian sedang ada kegiatan yang melibatkan banyak anak-anak, sungguh sangat disayangkan.

“Terlebih lagi mereka yang sedang gelaran kesenian anak-anak dan orang tua pendamping terkena gas air mata. Penembakan gas air mata ke area Gedung Kesenian terasa sangat menyakitkan,” ujar Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Bode Riswandi saat ditemui di Gedung Kesenian, Jumat (11/10/2019).

Ia sangat berharap pihak kepolisian untuk segera mengevaluasi SOP atas kejadian ini. Jangan samoai niat membubarkan ulah dari suporter bola, tetapi berujung yang kena dampak anak-anak yang sedang pentas, pengurus GKT, sampai-sampai acara harus terhenti. “Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” katanya.

Salah satu korban gas air mata yang juga panitia pentas seni, Aji mengungkapkan, massa dari lapangan sepak bola yang di bubarkan berlarian menuju areal gedung kesenian.

Sehingga pihaknya dengan sigap menutup pintu pagar dan menghalau mereka untuk tidak masuk GKT.

“Saat itu polisi mengira terjadi kontak fisik kemudian menembakan gas air mata sebanyak dua kali yang mengakibatkan kami semua kena imbasnya, perih mata mual. Alhamdulilah soal korban tidak ada hanya sebatas reaksi dari asap gas air mata,” katanya.

Saat itu Polisi yaitu Kanit H Ikhsan secara pribadi mewakili anggotanya meminta maaf dan kebetulan Pak Kadisbudparpora Kota Tasikmalaya juga sedang ada di lokasi.

Cuma yang jelas menurut saya pribadi dan teman-teman yang ada di GKT waktu itu menyayangkan polisi begitu mudah melepaskan tembakan gas air mata.

Sementara di GKT sedang berlangsung acara dan mayoritas banyak anak-anak yang mungkin secara psikologis syok.

“Ya kebetulan kami yang paling depan hingga terpapar gas air mata kurang lebih ada sekitar 10/15 orang. Efek asap masuk ke auditorium GKT dan banyak anak yang merasakan pusing dan mual hingga acara pentas seni dihentikan sementara,” katanya.Laga Persikotas Kontra Bina Putra Ricuh. (KP-07).***

Diskusikan di Facebook