KAPOL.ID — Untuk kedua kalinya, ribuan warga menggelar aksi membela program Presiden Prabowo terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Senin pagi (29/6/2026), warga sudah padati halaman Kantor Bupati Tasikmalaya.
Mereka mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Pendukung Program Presiden (GEMP4R) Kabupaten Tasikmalaya. Siap mengawal MBG, KDMP, Ketahanan Pangan, Sekolah Rakyat dan program strategis lainnya.
“Kami turun ke jalan mendukung program dari Presiden Prabowo supaya dikawal juga sama Pemkab Tasikmalaya,” kata Korlap Aksi, Yana Suryana.
Yana mengklaim massa yang datang sekitar 8.000 orang. Angka itu, katanya, baru secuil. Ke depan bisa lebih banyak lagi; jika di kemudian hari muncul gelombang kritik terhadap Presiden Prabowo.
“Gelombang penolakan terhadap program pusat selama ini tidak murni kritik. Itu sisa politik dari mereka yang belum move on atas hasil Pilpres 2024. Masyarakat mau kok MBG,” tambah Yana.
Aksi ini tidak berlalu begitu saja. Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi dan Ketua DPRD Budi Ahdiat turun langsung menemui massa. Keduanya kader Gerindra, partai pengusung Presiden Prabowo.
Asep menegaskan sikap Pemkab: mendukung penuh. Ia bahkan mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Cecep Nurul Yakin.
“Kami memastikan akan memberikan dukungan terhadap program-program pemerintah pusat. Semangatnya adalah membangun ekonomi dari akar rumput agar dirasakan masyarakat paling bawah,” ujar Asep.
Sekalipun demikian, Asep berkomitmen mendukung jika di dalamnya tanpa praktik korupsi.
“Kami mendukung penuh tapi jangan ada korupsi. Perbaiki sistemnya, bukan hentikan programnya,” tegas Asep Sopari.
Ketua DPRD, Budi Ahdiat mengamini dukungan Pemkab. Dengan gaya khasnya, ia berkata, “Saya sebagai yang pegang palu akan menyetujui semuanya.”
Namun ia buru-buru menambahkan satu kalimat penting: “Tapi memang harus diawasi supaya tidak ada penyalahgunaan anggaran negara.”
DPRD, katanya, siap menyetujui. Tapi juga siap mencoret jika ada dapur MBG yang nakal dan berulang kali menyimpang.






