KAPOL.ID – Diskusi terfokus politisi senior Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Tasikmalaya, Basuki Rahmat dan Wakil Bupati terpilih tempo hari, Deni Sagara menyepakati jiwa kepemimpinan sangat diperlukan masyarakat saat ini.
Pesta demokrasi yang akan digelar di Kabupaten Tasikmalaya, 9 Desember 2020 harus dikembalikan pada marwahnya. Pilkada bukan semata-mata memilih Bupati dan Wakil Bupati, tetapi untuk memilih sosok pemimpin. Bupati dan Wakil Bupati terpilih belum tentu mampu menjalankan kepemimpinan yang baik.
“Pilkada habis sekian puluh miliar, hasilnya itu-itu saja. Bahkan makin ke sini semakin mundur. Yang ini berjalan stagnan, tetapi masyarakat semakin maju. Kita mencari orang yang memiliki jiwa kepemimpinan,” kata Basuki Rahmat
Senada dengan Basuki, politisi Partai Amanat Nasional, Deni Sagara memandang masyarakat sekarang sudah cerdas. Masyarakat sudah berpikir terbuka dan menunggu gagasan. Kalau masih seperti sekarang, masyarakat akan jenuh juga.
Menurut Basuki, pemimpin harus memiliki kepemimpinan yang kuat. Apa yang mau ditawarkan menjawab segala persoalan. Sesuai dengan data faktual yang ada.
“Kalau kita bicara kemiskinan. Stunting misalnya, ada datanya. Menilai kemampuan pemerintah dalam PAD, misalnya, berapa PAD kita? Peningkatannya dari tahun ke tahun berapa? Kan ngeri. Hidup kita bergantung pada bantuan,” ujar Kang Uki, sapaan akrabnya.
Tidak aneh jika pada masa pandemi ini, batuan sebesar 740 miliar ditarik. Dana Alokasi Umum dipotong 30 persen. Sedangkan masyarakat tidak mengetahui hal itu.
“Masyarakat wajib dikasih tahu. Supaya masyarakat tergugah. Jangan sampai masyarakat ini memandang Pilkada ini tidak ada hubungannya dengan kepentingan mereka,” kata Basuki menandaskan.
Kesadaran itu harus disentuh. Sehingga jika masyarakat sadar Pilkada ada hubungan langsung dengan kepentingan mereka, uang 50 ribu, 100 ribu tidak akan laku. Selama ini Pilkada dipandang hanya untuk kepentingan elit saja.
“Ini yang harus kita lawan,” ujarnya.
Sedangkan menurut Deni Sagara proses penyaringan potensi pemimpin sedang berjalan. Jika nanti sudah tersaring demi kepentingan masyarakat, akan mengarah pada frekuensi yang sama membangun koalisi.
“Dalam konteks gagasan yang baik. Masyarakat Tasik sudah pintar, religius, dan mengerti. Ketika ada pemimpin yang menawarkan gagasan yang baik akan dipertemukan juga dengan masyarakat yang sudah cerdas itu,” katanya.
Para kandidat yang hampa gagasan, menurutnya, bagaikan buih di lautan. Dan akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan seleksi alam.
“Pilkada masa pandemi ini ibarat ruang klinik baru. Akan terdiagnosis. Berbeda dengan pilkada sebelumnya yang hiruk-pikuk, penuh kerumunan orang. Kepiawain dan gagasan calon pemimpin akan diuji dengan kondisi ini. Menawarkan solusi yang telak memecahkan persoalan,” katanya.
—- Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment —-
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web: https://kapol.tv
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id
Portal Inside : https://kapol.id/











