KAPOL.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati menerima kunjungan kerja Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya beserta jajaran dalam rangka ziarah makam dan napak tilas Pahlawan Nasional Tjoet Nja Dhien di Kabupaten Sumedang, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa sang pahlawan nasional, tetapi juga membuka peluang penguatan kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kabupaten Sumedang.
Tjoet Nja Dhien, pahlawan perempuan asal Aceh yang gigih melawan penjajahan Belanda, menghabiskan masa pengasingannya hingga akhir hayat di Kabupaten Sumedang.
Karena itu, keberadaan makam beliau menjadi salah satu situs sejarah penting yang merepresentasikan ikatan kebangsaan sekaligus nilai perjuangan yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Tjoet Nja Dhien di TPU Gunung Puyuh, dilanjutkan dengan napak tilas ke sejumlah lokasi bersejarah, di antaranya Museum Keraton Sumedang Larang Srimanganti dan Gedung Creative Center Sumedang sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Dalam sambutannya, Sekda Tuti Ruswati menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif RI yang menurutnya memiliki makna mendalam karena diawali dengan penghormatan kepada salah satu pahlawan nasional Indonesia.
“Keberadaan makam Tjoet Nja Dhien di Sumedang menjadi simbol bahwa daerah ini bukan sekadar tempat persinggahan sejarah, tetapi ruang untuk terus menumbuhkan semangat perjuangan, pengabdian, dan keberanian bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Sekda menjelaskan, Sumedang tidak hanya dikenal sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga terus bertransformasi menjadi daerah yang inovatif melalui pembangunan pemerintahan modern yang berorientasi pada pelayanan publik dan pemanfaatan teknologi.
Menurutnya, kunjungan ke Museum Keraton Sumedang Larang Srimanganti menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak boleh memutus akar budaya. Justru budaya merupakan fondasi utama yang melahirkan kreativitas dan inovasi.
“Dari sejarah lahir inspirasi, dari budaya tumbuh kreativitas, dan dari kreativitas tercipta nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa budaya dan teknologi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
“Oleh karena itu kami sangat mengapresiasi dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif RI, termasuk penyelenggaraan pelatihan ekonomi digital di Gedung Creative Center Sumedang. Creative Center ini menjadi creative hub yang mewadahi para pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor untuk terus berkembang dan berkolaborasi,” tuturnya.
Sekda menambahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus mengembangkan konsep smart city yang berpusat pada manusia, berbasis data, dan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya lokal.
“Kami juga menyampaikan kepada Bapak Menteri bahwa Kabupaten Sumedang saat ini menjadi anggota ASEAN Smart Cities Network. Setiap tahun kami berpartisipasi dalam forum bersama negara-negara ASEAN untuk berbagi praktik baik pembangunan kota cerdas. Kami berharap dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif semakin memperkuat ekosistem smart economy di Kabupaten Sumedang,” jelasnya.
Ia menegaskan, konsep smart city yang diterapkan Sumedang tidak hanya berorientasi pada digitalisasi pelayanan publik, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk menjaga kelestarian budaya, memperkuat ekonomi masyarakat, memperluas peluang usaha, serta menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan inklusif.
“Melalui transformasi digital kami terus membangun ekosistem kolaborasi yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif dapat berkembang dari desa hingga perkotaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sekda menyebut ekonomi kreatif merupakan salah satu pilar strategis dalam mewujudkan pembangunan daerah. Berbagai subsektor seperti kriya, fesyen, kuliner, seni pertunjukan, musik, film, hingga konten digital memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung oleh teknologi, akses pembiayaan, pemasaran digital, dan kolaborasi lintas sektor.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif RI menjadi awal penguatan sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin maju.
“Kami membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan desa dan kawasan kreatif berbasis budaya, digitalisasi produk ekonomi kreatif dan UMKM, serta berbagai program strategis lainnya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga mengajukan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif terhadap penyelenggaraan Culture Fest 2026 di Kabupaten Sumedang.
Menurutnya, fenomena budaya saat ini telah berkembang menjadi kekuatan baru yang memengaruhi gaya hidup, fesyen, komunitas, musik, pasar kreatif, hingga industri ekonomi kreatif nasional.
“Kami optimistis ketika pemerintah pusat dan daerah berjalan bersama, didukung dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan masyarakat, maka ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa daerah yang memiliki akar budaya kuat memiliki modal besar untuk membangun industri ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat global, sepanjang dikelola secara profesional.
“Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, India, dan Tiongkok telah menunjukkan bahwa kekuatan budaya dapat menjadi fondasi industri kreatif. Kini dunia juga mencari negara-negara lain yang memiliki kekayaan budaya sekaligus kesiapan memasuki pasar global,” katanya.
Menurutnya, Indonesia, termasuk Kabupaten Sumedang, memiliki potensi tersebut karena memiliki warisan budaya yang kuat.
“Budaya harus menjadi hulu, kemudian dihilirkan melalui sentuhan inovasi, kreativitas, dan teknologi. Dari sanalah industri kreatif akan tumbuh dan memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkannya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita jaga budaya dan sejarah yang kita miliki. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana budaya tersebut mampu memberikan nilai ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pembangunan daerah,” pungkasnya. ***






