Muhammadiyah Disaster Management Center Garut Tanam 1 Juta Pohon

  • Bagikan
MDMC, IPKINDO, hingga siswa Garut bersiap memgikuti kehiatan menanam 1 juta pohon. (Foto: istimewa)

KAPOL.ID–Pada ajang peringatan Hari Pohon Sedunia, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Garut menanam 1 juta pohon. Kegiatan ini juga dalam rangka merayakan milad ke-109 Muhammadiyah.

Pada teknisnya, MDMC menggandeng Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO). Seremonial kegiatan dibuka di Pesantren Baitur Rohman Muhammadiyah Banyuresmi, Selasa (16/11/2021).

Ketua Pelaksana Kegiatan, Hobir mengemukakan bahwa menanam pohon berarti berupaya melestarikan kehidupan masa yang akan datang. Mengingat kondisi lingkungan belakangan ini mengalami kerusakan parah.

“Pohon ini akan menjadi salah satu manfaat untuk kehidupan masyarakat mendatang dan bisa menjadi amal jariayah untuk kita kelak,” ujarnya Hobir.

MDMC dan IPKINDO tidak bekerja sendirian, melainkan juga melibatkan siswa se-Kabupaten Garut sebagai pembelajaran bagi generasi penerus, pemegang estapeta kepemimpinan ke depannya.

Kegiatan ini juga bagian dari dukungan terhadap program Gerakan Tanam dan Pelihara 50 juta Pohon (GTPP), yang dicetuskan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Kelak, hasil dari program tersebut akan menjadi aset sekaligus proses pelestarian pohon.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut sebagai induk organisasi MDMC sangat mendukung kegiatan tersebut. Lantaran Muhammadiyah sendiri memiliki nilai-nilai manfaat untuk keberlangsung kehidupan.

“Prihal kebaikan untuk manusia, Muhammadiyah selalu dan menjadi garda terdepan. Kami juga harus senantiasa menjadi orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena kecintaan muslim tidak hanya kepada sesama manusia, melainkan juga kepada pohon dan tanaman,” ujar Wakil Ketua PDM Garut, Dudu Hermawan.

Di lain pihak, Asisten Daerah Kabupaten Garut, Suherman menekankan bahwa untuk melestarikan alam tidak cukup hanya dengan menanam. Perawatan dan pemeliharaan juga jauh lebih penting. Tentu, katanya, harus serius.

“Karena banyak penanaman pohon namun tidak didukung pula pemeliharaan sehingga pohon-pohon yang sudah ditanam mati karena kekeringan,” tagas Suherman.

  • Bagikan