oleh

Musim Tanam Ini, Petani Margalaksana Gigit Jari

KAPOL.ID – Musim tanam sekarang ini masyarakat petani di desa Margalaksana, Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya gigit jari.

Pasalnya puluhan hektar lahan sawah milik mereka tidak bisa ditanami padi.

Itu terjadi karena saluran irigasi Leuwimanggung yang mengairi sawah mereka putus akibat tergerus longsor di daerah kampung Salawu Desa Salawu Kecamatan Salawu beberapa waktu lalu.

“Sudah dua musim tanam kami para petani tidak bisa menggarap sawah karena tidak ada air. Saluran irigasi satu-satunya putus karena longsor,” kata Hj Atikah (73) warga setempat.

Kata dia sawah seluas 300 bata miliknya tidak bisa ditanami padi. Padahal dari lahan seluas itu biasa menghasilkan padi sebanyak 2 sampai 3 ton padi setiap kali panen.

Hingga saat ini saluran irigasi Leuwimanggung belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Padahal ada lebih dari 70 hektar sawah yang ada di 70 hektar sawah di Blok Margasari, Cilampeneng, Pasitengah dan Nangorak bergantung pada pengairan irigasi tersebut.

Akibatnya puluhan hektar lahan sawah tersebut kondisinya terbengkalai dan tidak bisa ditanami padi karena tidak ada aliran air.

Hj. Hj.Ati bersama para petani lainya mengharapkan agar pemerintah segera memperbaiki saluran irigasi Leuwimanggung. Itu penting agar roda kehidupan masyarakat petani Margalaksana bisa berjalan normal. (KP-9)***

Komentar