KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) –
Komitmen menjaga sekaligus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa terus diperkuat. Hal itu ditandai dengan pengukuhan Pengurus Provinsi (Pengprov) Pencak Silat Militer (PSM) Jawa Barat dan Banten Tahun 2026 di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).
Pengukuhan dilakukan oleh Pangdam IIII/Silliwangi Mayjen TNI Kosasih dan dihadiri jajaran TNI, pengurus pusat PSM, pengurus IPSI Jawa Barat dan Banten, serta para tokoh pencak silat.
Mayjen TNI Kosasih mengatakan, pengukuhan pengurus baru diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan pencak silat, baik di lingkungan militer maupun masyarakat luas.
“Hari ini kita melaksanakan pengukuhan Ketua Pengurus Provinsi Jawa Barat dan Banten beserta pengurus Pencak Silat Militer. Mudah-mudahan dengan dikukuhkannya para pengurus ini, Pencak Silat Militer bisa terus maju di setiap wilayah,” ujarnya.
Menurut Pangdam, keberadaan PSM tidak hanya bertujuan membina kemampuan bela diri prajurit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa dan membina generasi muda.
“Ini bukan hanya untuk lingkungan militer saja, tetapi juga untuk masyarakat. Karena pencak silat adalah budaya bangsa kita yang harus dijaga, dilindungi, dan dikembangkan oleh kita sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan pencak silat saat ini telah merambah berbagai negara di Eropa hingga Amerika. Karena itu, Indonesia sebagai negara asal pencak silat harus terus menjadi motor pengembangannya.
“Jangan sampai pencak silat berkembang di luar negeri, sementara di negeri sendiri justru redup. PSM hadir untuk menjaga dan meningkatkan kualitas atlet pencak silat di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum IPSI Jawa Barat H. Phinera Wijaya, S.E., mengapresiasi langkah TNI Angkatan Darat yang dinilai serius dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai budaya sekaligus olahraga prestasi.
Ia mengungkapkan, sejak pengukuhan PSM secara nasional pada 23 Mei 2025, perkembangan organisasi tersebut berlangsung sangat pesat.
“Dalam kurun waktu satu tahun, kita melihat bagaimana TNI Angkatan Darat begitu luar biasa dalam pelestarian budaya bangsa melalui pencak silat, sekaligus mendorong prestasi olahraga,” ujarnya.
Phinera optimistis keberadaan PSM di Jawa Barat akan semakin mempercepat pembinaan atlet dan mendukung cita-cita besar membawa pencak silat ke panggung dunia hingga menuju Olimpiade.
“Kami yakin Pencak Silat Militer khususnya di Jawa Barat akan berkembang semakin pesat. Ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pencak silat mendunia menuju Olimpiade,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat (Kadisjasad) Brigjen TNI Andri Amjaya Kusumah menjelaskan, pengukuhan Pengprov PSM Jawa Barat dan Banten merupakan yang ke-11 dari total 38 provinsi yang akan dibentuk di seluruh Indonesia.
“Dari 38 pengurus provinsi, ini adalah pengukuhan yang ke-11. Hari ini juga dilaksanakan pengukuhan di wilayah Kodam I/Bukit Barisan,” ujarnya.
Menurut Andri, sejak dibentuk pada 2025, PSM telah melahirkan atlet-atlet potensial serta pelatih inti yang disiapkan untuk mengembangkan pencak silat di seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat.
“Pada tahun 2026 ini kami juga sudah melaksanakan program pembinaan pelatih dalam dua gelombang untuk mencetak pelatih-pelatih satuan di seluruh jajaran TNI AD,” katanya.
Ia menegaskan, pengembangan PSM dilakukan secara terorganisir dan sistematis. Bahkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat telah menginstruksikan agar PSM menjadi olahraga bela diri wajib di seluruh satuan TNI AD
“Ini bukti keseriusan kami untuk terus mengembangkan Pencak Silat Militer. Semoga kita terus berkiprah dan menorehkan prestasi menuju Piala Kasad III pada akhir tahun 2026,” tuturnya.
Pengukuhan tersebut dihadiri Kasdam III/Siliwangi, Ketua IPSI Jawa Barat dan Banten, para Danrem jajaran Kodam III/Siliwangi, para asisten Kasdam, para komandan satuan, tokoh pencak silat, serta pengurus PSM yang baru dikukuhkan.
“Melalui pengukuhan ini, PSM diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus benteng pelestarian pencak silat sebagai identitas budaya bangsa yang terus berkembang di tingkat nasional maupun internasional.”pungkasnya. (Jae)












