Connect with us

SOSIAL

PD DMI Kabupaten Tasik Inginkan Geliat Perekonomian Masyarakat; Masjid sebagai Pusat

|

Gelaran diskusi antara PD DMI Kabupaten Tasikmalaya dengan bjb Cabang Singaparna, menyoal potensi sumber permodalan perekonomian masyarakat melalui kredit Mesra.

KAPOL.ID–PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tasikmalaya menggelar diskusi dengan bjb Cabang Singaparna, Selasa (21/7/2020). Diskusi berlangsung di kantor sekretariat PD DMI.

Ketua PD DMI, Dede Saeful Anwar mengatakan bahwa harapan DMI adalah munculnya geliat perekonomian masyarakat terdampak Covid-19 di tengah adaptasi kebiasaan baru (AKB). Sekalipun sulit, karena terkendala permodalan.

Di tengah kondisi yang demikian, DMI berharap masjid dapat menjadi pusat solusi bagi pencerahan dan pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pada level kecil-menengah. Untuk tujuan itu pula diskusi dengan bjb Cabang Singaparna digelar.

“Kami hendak menggali potensi keuangan melalui integrasi program pemerintah melalui masjid, salah satunya kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera). Semoga menjadi solusi permodalan bagi masyarakat,” ujar Dede Saeful Anwar, Rabu (22/7/2020).

DMI sendiri pada prinsipnya ingin mengetahui langkah-langkah kongkrit pihak bjb dalam mengawal program kredit Mesra. Pemerintah telah menggulirkan prugram tersebut sejak setahun lalu. Sementara DMI sejauh ini belum dilibatkan secara langsung.

Di samping itu, PD DMI Kabupaten Tasikmalaya tengah memikul tugas berat. Sesuai dengan amanat Ketua Umum PP DMI, Jusuf Kalla.

“Ketua PP DMI mengamanatkan bahwa masjid harus makmur dan dimakmurkan. Ya, sesuai fungsi pokok masjid; imaroh, idaroh dan riayah. DMI harus bergerak harmoni dengan seluruh pengurus DKM dan masyarakat,” lanjutnya.

Ketiga fungsi tadi, jika berjalan secara maksimal, Dede Saeful Anwar yakin betul masjid bukan hanya akan makmut; melainkan juga menjadi sumber kemaslahatan umat. Salah satunya pada sektor perekonomian.

Di lain pihak, Manajer UMKM bjb Cabang Singaparna, Risman Hardiana, mengakui bahwa sejak program kredit Mesra bergulir di Jawa Barat, pihaknya baru mendistribusikan dana sekitar Rp 150 juta. Tercatat dalam tiga termin, Juli dan Oktober 2019, serta Februari 2020.

“Itu untuk 4 DKM dengan 26 kelompok warga masjid pelaku usaha. Kami berharap ke depan kredit Mesra bisa lebih luas mengcover kelompok-kelompok usaha warga berbasis masjid. Tentu dengan penguatan koordinasi dengan DMI,” Risman memaparkan.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *