Pemkab Garut Kembali Buka Sentra Vaksinasi di Pendopo

  • Bagikan

KAPOL.ID – Sebagai lanjutan dari Sentra vaksinasi BPBD Jawa Barat yang telah ditutup pada Selasa (21/9/2021) oleh Asda Bidang Pemerintahan Provinsi Jabar, Dewi Sartika, Kamis (23/9/2021) Pemkab Garut kembali membuka Sentra Vaksinasi Covid-19 di Gedung Pendopo.

Sentra Vaksinasi Covid-19 yang dikelola sejumlah dinas terkait ini akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2021 dan diperuntukan bagi seluruh masyarkat Kabupaten Garut yang belum mendapatkan kesempatan untuk divaksin.

Kalak (Kepala Pelaksana) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut, Satria Budi menuturkan, dibukanya kembali Sentra Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Garut bertujuan untuk melanjutkan Sentra Vaksinasi BPBD Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya sukses digelar selama tiga bulan berturut-turut.

Mengingat antusiasme masyarakat sangat baik lanjut Budi, maka sesuai perintah bupati Garut, pelaskanaan sentra vaksinasi tersebut harus dilanjutkan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya masyarakat yang belum sempat divaksin.

Pelaksanaan Sentra Vaksinasi Covid-19 sendiri lanjut Budi, akan dilaskanakan setiap hari dengan target 2 ribu orang/hari dan untuk persediaan vaksinnya boleh dibilang aman.

Karenanya Budi mengimbau seluruh masyarakat Garut yang belum sempat mendapatkan pelayanan vaksin untuk segera datang atau berkunjung ke Pendopo dengan membawa identitas diri (KTP) serta mencantumkan no telepon/WA demi memudahkan informasi pelayanan.

“Semoga saja, dengan terus dilaksanakannya Sentra Vaksinasi di Kabupaten Garut, seluruh masyarkat Garut bisa segera terhindar dari penyebaran Covid-19 dan terbentuk herd immunity,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani menuturkan, pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang digelar di Pendopo diperuntukan bagi seluruh sasaran vaksin yang belum sempat mendapatkan vaksin dari mulai usia remaja 12 tahun ke atas, ibu hamil, hingga Lansia.

Bahkan lanjut dia, bisa saja para Nakes atau para pelayan publik yang belum sempat divaksin.

“Kebetulan pada pelaksanaan vaksinasi sekarang yang diutamakan vaksin pertama dulu, tapi untuk vaksin kedua juga bisa, cuma persediaannya terbatas,” ungkapnya.
Leli pun menjelaskan, hingga saat ini vaksinasi di Kabupaten Garut telah mencapai 22% dengan target kurang lebih 3,6 juta dosis, masing-masing 1,8 juta dosis pertama dan dosis kedua.

“Agar resiko terpapar bisa dikurangi bahkan dihentikan, maka kami terus mengajak masyarakat untuk datang ke tempat pelayanan vaksinasi baik yang digelar disini atau seluruh Puskesmas dan disejumlah tempat vaksinasi lainnya,” harapnya.***

 

 

  • Bagikan