KAPOL.ID – Tangis haru dan raut bahagia terpancar dari wajah ratusan karyawan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Penantian mereka akan kepastian upah yang sempat tersendat akhirnya tuntas di tangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pria yang akrab disapa KDM itu turun langsung menyaksikan sekaligus menyerahkan pembayaran gaji bagi para karyawan yang sudah dua bulan lamanya belum dibayar oleh pihak Yayasan Margasatwa Tamansari.
”Saya memohon maaf karena tidak menepati janji. Awalnya saya berjanji membayar upah satu bulan, tapi sekarang saya bayar dua bulan. Gimana, senang tidak?” ujar KDM di lokasi, Jumat (3/4/2026).
Langkah “gerak cepat” (gercep) ini dilakukan setelah pihak yayasan diketahui hanya sanggup membayar upah hingga Januari 2026. Praktis, memasuki bulan Februari dan Maret, nasib para perawat satwa hingga petugas operasional sempat terkatung-katung.
Ketua Sementara Tim Penanganan Kebun Binatang Bandung, Rohman Suryawan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas intervensi Pemdaprov Jabar. Menurutnya, bantuan KDM tidak hanya soal urusan perut karyawan, tapi juga menyentuh aspek vital lainnya.
”Selain upah dua bulan, KDM juga memberikan bantuan perbaikan kandang, pengadaan pakan satwa, hingga biaya operasional. Ini langkah konkret yang sangat membantu,” kata Rohman.
Ia berharap, kehadiran KDM mampu memperkuat posisi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menuntaskan kemelut panjang yang melanda ikon wisata Kota Kembang tersebut.
Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Sapariah (54). Karyawan bagian nutrisi yang sudah mengabdi selama 32 tahun ini mengaku tak menyangka bakal menerima gaji secara tunai langsung dari tangan sang gubernur.
”Alhamdulillah, janji KDM bukan janji palsu. KDM hebat, bapak aing. Tadi yang lagi sedih langsung bisa gembira,” tegas Sapariah
Hal senada diungkapkan Aep Saepudin (51), perawat satwa orang utan. Ia memuji gaya kepemimpinan KDM yang tidak banyak retorika namun langsung memberikan solusi nyata di lapangan.
”Apresiasi buat KDM. Gerak cepat, tidak omong-omong saja. Langsung dan tidak bertele-tele,” cetus Aep
Kini, besar harapan para karyawan agar kisruh pengelolaan Kebun Binatang Bandung segera berakhir. Mereka berharap objek wisata legendaris ini bisa kembali beroperasi normal, siapapun pengelolanya, demi kesejahteraan karyawan dan kelestarian satwa.***












