KAPOL.ID – Adung, warga Pesisir Bendungan Cipanas tepatnya di RT 02 RW 07 Dusun Citeula, Desa Karanglayung, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang dikenal sebagai perajin perahu.
Gagasan usahanya, berkaca dari beberapa warga terdampak bendungan di Jawa Barat dan berujung menggeluti usaha tersebut.
Ia menjelaskan, usaha membuat perahu hanya dibantu dua anaknya yang juga ada dua orang karyawan.
Dikatakan, bahan baku membuat perahu diantaranya kayu jati dan lokal.
“Dan, membuat satu unit perahu dengan ukuran panjang 6 meter dan lebar 3 meter membutuhkan waktu 3 minggu atau sampai 1 bulan,” ujarnya.
Warga setempat, Agus mengakui bahwa perahu sudah menjadi kebituhan bagi warga terdampak pembangunan bendungan.
Agus, menambahkan jika perahu menjadi sarana transportasi warga dalam beraktifitas.
Bahkan, perahu pun dipergunakan untuk mengangkut para pencari ikan dari Dermaga Ciuyah ke lokasi pemancingan yang ada di area Bendungan Cipanas.
“Tarif sewa perahu tergantung jarak yang ditempuh. Untuk jarak terdekat tarifnya Rp 20.000 per orang atau pulang pergi ( PP ),” ujarnya.
Satu unit perahu ukuran kecil, kata dia, dapat mengangkut sebanyak 10 orang.
Julsib, warga RT 02 mengapresiasi ide kreatif warga pesisir bendungan yang membuka usaha menjadi perajin perahu.
“Diharapkan kedepannya/mereka (perahin) mendapatkan perhatian dari pemda,” ucapnya, Minggu 28 April 2024.
“Ya, minimal pemerintahan desa bisa ikut membina kiprah perajin perahu,” harapnya.
Karena, tak menutup kemungkinan kedepannya kiprah perajin semakin menggeliat.
Karena, masyarakat dari luar daerah telah ramai berkunjung untuk memancing dan berwisata. (Deng)***







