Kedua, Kutub Kekuatan Kapital yang di reftesentasikan oleh sosok H Azis Rismaya Mahpud. Semua orang tentu saja tahu bahwa keluarga besar mayasari adalah pengusaha bis sukses yang malang melintang di Jakarta. Modal sosialnya adalah nama keluarga dan kepengusahaannya. Modal Kapitalnya sudah saya jelaskan di awal. Jadi kutub ini seakan menggunakan istilah “sedekah politik” dari uang yang di milikinya dengan jumlah tentu saja bisa mencapai puluhan milyar.
Secara etik dan aturan pola ini sebenarnya merusak mental masyarakat. Sehingga membuat praktik politik uang dengan cara membeli suara di akhir kepada calon pemilih dianggap sebagai hal yang biasa. Padahal secara hukuk jelas melanggar. Apalagi secara agama sudah jelas bagaimana hukumnya.
Politik Kapitalisme ini tentu saja selain menyentuh massif ke calon pemilih, kelembagaan partainya juga rentan untuk di borong. Dengan kekuatan lobby di tingkat atas (DPP) Bisa saja partai-partai di selesaikan rekom dan SK-nya sesuai pola dan gaya pemilik modal (bandar) Kepada calon yang di kehendakinya sehingga elit parpol di tingkat lokal hanya tinggal sami’na wa atha’na saja.
Sementara itu, Kutub Ketiga nya akan muncul jika Golkar benar-bemar merekomendasi H. Iwan Saputra.sebagai cabup dan berhasil membangun koalisi untuk memenuhi syarat minimal pencalonan dengan parpol lainnya. Kutub ini kelihatannya kutub yang tidak mencirikan kekuatan ideologis partai dan juga pendekatan kapitalis.
Semangatnya berangkat dari sosok personal H Iwan Saputra sendiri sebagai mantan birokrat yang dianggap baik, berpengalaman dan memiliki jaringan sosial dengan berbahai kalangan di masyatakat. Baik ormas, OKP, LSM dan pers non mainstream.
Yang paling menarik sepertimya adalah beradunya kekuatan ideologis dan kapitalis. Bagaimana dua model sumberdaya digerakkan secara effektif. Dengan tentu saja mempertimbangkan kelayakan dan kepatutan dalam pelaksanaannya, dan jangan sampai tanpa melanggar aturan hukum dan mencederai demokrasi substansial yang harus di perjuangkan oleh semua pihak.
Sehingga outputnya nanti adalah hadirnya pemimpin Kabupaten Tasikmalaya yang berkualitas, nya’ah ka rahayat dan berkomitmen tinggi untuk memajukan Kabupaten Tasikmalaya dan mensejahterakan masyarakatnya. Wallahu Alam.












