KANAL

Pesan Kesejukan Abuya Muhyiddin di Maulid Akbar: Rawat Kemerdekaan, Tebar Kasih Sayang, Hindari Konflik Sesama

×

Pesan Kesejukan Abuya Muhyiddin di Maulid Akbar: Rawat Kemerdekaan, Tebar Kasih Sayang, Hindari Konflik Sesama

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Ponpes Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Abuya Prof. DR. (H.C) KH. Muhammad Muhyiddin bin Abdul Qodir Al-Manafi, MA

SUMEDANG, KAPOL.ID – Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga luar pulau memadati Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Dusun Simpang, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (6/9/2026).

Kedatangan para jamaah tersebut untuk menghadiri peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW ke-1501 Hijriah, yang sekaligus dirangkaikan dengan doa bersama memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Abuya Prof. DR. (H.C) KH. Muhammad Muhyiddin bin Abdul Qodir Al-Manafi, MA., menekankan pentingnya menjaga serta merawat kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan pengorbanan besar.

“Anugerah Kemerdekaan Republik Indonesia harus dijaga, dikenang, dan diingat karena nilainya sangat mahal sekali,” ujar Abuya di hadapan ribuan jamaah.

Abuya menegaskan bahwa momentum Maulid Akbar ini bukan sebatas undangan dirinya, melainkan bentuk panggilan Allah SWT bagi umat untuk saling mempererat silaturahmi serta memperkuat ikatan persaudaraan antarelemen bangsa.

“Segala hal yang dapat meretakkan hubungan harus kita tepis bersama-sama. Pemikiran, perkataan, maupun tulisan yang berpotensi mencelakakan, menghancurkan kesatuan bangsa, serta memecah belah umat harus kita jauhi. Itu sudah keluar dari nilai ajaran Allah,” tegasnya.

Ajarkan Sikap Toleransi dan Menjaga Kedamaian

Lebih lanjut, Abuya mengingatkan bahwa ajaran Islam membawa nilai-nilai yang sangat agung dan mulia. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menumbuhkan rasa kasih sayang dan saling menghormati kepada sesama makhluk ciptaan Allah SWT, tanpa membeda-bedakan latar belakang.

“Muslim maupun non-muslim, mari kita saling menyayangi, saling menolong, saling memberi, dan saling memuji bukan saling mencaci,” tuturnya.

Menurutnya, perbaikan hubungan manusia dengan Allah (habluminallah) dan hubungan antar-manusia (habluminannas) secara otomatis akan membawa dampak positif bagi kondusivitas serta kesejahteraan bangsa.

“Jika pulang dari majelis ini keadaan hati, perilaku, tindakan, dan ucapan kita menjadi lebih baik, imbasnya negara akan semakin baik. Segala permasalahan bangsa akan mencair dan melahirkan kebahagiaan dalam hidup,” kata Abuya.

Doa untuk Keselamatan dan Kesejahteraan Bangsa

Di akhir acara, pimpinan ponpes kharismatik ini mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan dan kemajuan NKRI agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

“Mari kita mendoakan bangsa Indonesia agar dijauhkan dari segala musibah. Semoga bencana yang mengancam dapat diangkat, dan Indonesia menjadi negara yang bersatu, maju, subur, makmur, penuh keberkahan, serta sejahtera,” pungkasnya.

Acara kemudian ditutup dengan permohonan maaf dari pihak tuan rumah dan doa bersama agar seluruh jamaah yang hadir mendapatkan limpahan berkah serta ampunan. ***